Petani Milenial di Sijunjung, Ini Kiprah Delfit


 Wagub bersama pejabat lainnya tebar bibit ikan di Sijunjung



SIJUNJUNG-Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy didampingi Kepala Dinas Peternakan, Erinaldi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Desniarti Ishak, serta Kepala Dinas Kehutanan, Yozarwadi serahkan bantuan untuk pengembangan pertanian pada dua kelompok tani terpadu di Nagari Pematang Panjang dan Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Minggu (10/4/2022).


Bantuan berupa 15 ribu bibit ikan nilem ditebar di aliran sungai, sebelah Masjid Nurul Yaqin, Pematang Panjang yang dikunjungi Wagub bersama Tim Safari Ramadan Provinsi. Kemudian bantuan lain berupa lima ratus batang bibit pohon jengkol secara simbolis ditanam di perkarangan sekitar masjid.

Sementara di Nagari Muaro, wagub beserta kepala dinas terkait menyerahkan bantuan berupa lima ratus ekor kampung untuk dikembangkan kelompok tani.

Wakil Gubernur Audy Joinaldy memberikan apresiasi pada kreativitas kelompok tani ternak milenial terpadu yang menerima stimulus dari pemerintah provinsi. Wagub mendorong agar kelompok-kelompok tersebut juga diterapkan nagari lain di Sijunjung.

"Delfit ini adalah salah satu petani ternak yang sangat bagus sekali untuk di-copy ke nagari-nagari lain. Bayangkan jika ada 62 Delfit, artinya bisa menggerakkan potensi ekonomi lebih besar lagi di Sijunjung," ungkap Audy memberi apresiasi.

Dengan begitu, menurut Audy distribusi bantuan sektor pertanian juga akan menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang semakin masif. "Kita ingin meningkatkan value bisnis pertanian di seluruh Sumatera Barat, supaya bisa mencapai scope economy tertentu, banyak pihak kita libatkan," jelasnya.


Audy meminta kesiapan pemerintah kabupaten dan kota agar dapat mendukung program unggulan pemerintah provinsi untuk meningkatkan ekonomi, terutama di sektor pertanian dalam arti luas, yang tengah menjadi perhatian utama pemprov. Seperti peternakan ayam petelur yang sedang bertumbuh di Sijunjung misalnya, dijelaskan Audy, melalui pembinaan secara tepat oleh pemerintah, juga dapat diiringi dan dikembangkan menjadi sentra jagung.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir mengatakan Sijunjung memiliki banyak wilayah yang bisa digarap di bidang pertanian. Hal ini juga menurutnya akan menjadi alternatif bagi usaha masyarakat yang sebelumnya memprioritaskan sektor tambang.

"Pengembangan sektor pertanian di Sijunjung dapat menumbuhkan ekonomi, sekaligus mengalihkan perhatian masyarakat dari pertambangan yang dulu menjadi prioritas. Sekarang wilayah bekas tambang bisa kita alihkan menjadi sumber ekonomi baru, salah satunya seperti Geopark Silokek," Kata Benny.

Delfit menyampaikan terimakasihnya atas bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dia mengatakan bantuan yang diterima merupakan buah dari usaha swadaya kelompok dan pembinaan dari dinas terkait sejak 2019 lalu.

Berawal dari turunnya harga komoditi karet, Delfit bersama Kelompok Tani Sawah Bolau beralih mengembangkan pertanian terintegrasi dengan perkebunan kopi sebagai motor utamanya. Hingga pada 2021 lalu kelompok tani  berhasil meraih penghargaan sebagai kelompok tani pelopor inovasi teknologi di tingkat provinsi.

"Awalnya dari kebun kopi, ampasnya kami olah untuk dijadikan pakan ternak, ada sapi, kambing dan ayam. Kemudian ampas dan kotoran ternak kami olah lagi untuk dijadikan pupuk buat kebun," kata Delfit.

Delfit  juga mengembangkan budidaya lebah madu tanpa sengat galo-galo. Sementara untuk kopi has produksi kebun milik Kelompok Tani Sawah Bolau kini telah menyuplai kafe dan kedai-kedai kopi di Sawahlunto dan Sijunjung yang kini juga tengah tumbuh pesat. (rls)





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama