Jelang Lawan Nepal, Banyak Kabar Gembira untuk Indonesia


 

Pemain timnas Indonesia. (pssi)


PADANG-Jelang duel dengan Nepal dalam lanjutan penyisihan Piala Asia, banyak kabar gembira untuk Indonesia. Mulai dari konflik internal di tim Nepal, hingga hasil pertandingan di grup lain.


Jalan bagi Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Asia terbuka lebar. Dalam penyisihan di grup lain, Palestina menang atas Filipina dalam pertandingan yang berlangsung di MF Football Centre, Ulaanbaatar, Mongolia, Selasa (14/6/2022) siang.

Palestina menang 4-0 atas Filipina. Gol-gol Palestina dalam laga ini dilesakkan Saleh Chihadeh, Tamer Seyam, Mohammed Iyad Ghaleb Yamin dan Mahmoud Abu Warda.

Dengan hasil itu, Palestina menjadi juara Grup B dan memastikan lolos lolos ke Piala Asia 2023.

Filipina masih berpotensi sebagai runner-up Grup B. Sebab, Yaman yang menjadi pesaing Filipina dalam memperebutkan posisi runner-up, bakal dihadapkan tim tuan rumah Mongolia.

Timnas Indonesia bisa menggeser Filipina dari lima besar runner-up terbaik jika menang atas Nepal, dini hari nanti.

Namun, dengan catatan, di laga Grup A lain Kuwait gagal menang atas Yordania. Jika pun menang, diharapkan Kuwait tak menang lebih dari 1-0 atas Yordania dalam laga yang dilangsungkan pada Selasa, (14/6/2022) pukul 23.15 WIB.

Dikutip dari okezone, pelatih Nepal Abdullah Almutairi terkena serangan jantung saat mendampingi timnya kontra Kuwait di matchday kedua Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023, Sabtu 11 Juni lalu. Abdullah Almutairi kemungkinan tidak mendampingi timnya saat bersua timnas Indonesia.

Mengutip dari Alkhaleej Online, Abdullah Almutairi terkena serangan jantung ketika babak kedua laga Kuwait vs Nepal baru saja dimulai. Alhasil, juru taktik asal Kuwait itu dipapah dari pinggir lapangan menuju ambulans.

Beruntung usai menjalani perawatan, pelatih itu dalam kondisi stabil. 

Kabar gembira juga untuk Indonesia, sebanyak 10 pemain andalan Nepal memutuskan mundur dari skuad. Rohit Chand dan kawan-kawan mundur karena berseteru dengan Abdullah Almutairi.

Nah, Indonesia. (ed)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama