Sejumlah Rumah Terancam Abrasi, Bupati Padang Pariaman Sebut Belum Ada Laporan

Abrasi ancam pemukiman warga di Korong Kampung Kandang, Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman 


PADANG PARIAMAN-Lebih kurang delapan jiwa dan tiga kepala keluarvga (KK), warga Korong Kampung Kandang, Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman terancam dihanyutkan Batang Jariang. 


Hal itu disampaikan warga Kampung Kandang, Rio kepada wartawan, Minggu (1/1/2023) melalui pesan WhatsApp. Dijelaskannya, kondisi ini sudah sejak tiga bulan lalu dan sudah dilaporkan ke Wali Korong Kampung Kandang dan Wali Nagari Pauh Kamba. 

"Tetapi sampai kini belum ada solusinya," kata Rio. 

Menurut Rio, apabila hujan deras sekali lagi dan air sungai membesar, tiga rumah bersama penghuninya berpotens dibawa arus ke Muara Ulakan. 

"Kemana kami mau minta bantuan tentu kepada pemerintahan nagari. Jangankan dicarikan solusi atau diberikan bantuan, datang saja ke lokasi tidak pernah," kata Rio. 

Wali Nagari Pauh Kambar, Mhd Nur saat dihubungi secara terpisah mengakui belum pernah ada menerima laporan dari warga Korong Kampung Kandang yang terancam dihanyutkan sungai Batang Jariang tersebut. 

"Kemana dia melapor. Baik lisan atau pun tertulis belum ada yang masuk laporannya," ucapnya.

Dikatakan Mhd Nur, soal Batang Jariang sudah sejak saisuak dikeluhkan masyarakat . "Sejak saya menjadi anggota dewan dan sampai pula diangkat menjadi wali nagari untuk kedua periode sudah sering melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Pariaman, termasuk pemerintah provinsi dan kepada Kepala Balai Sungai Sumbar. Tidak ketinggalan kepada anggota DPR RI asal Padang Pariaman.  Namun sampai kini belum ada realisasinya. Kadang sudah bosan dan malas kita melihatnya," kata Mhd Nur.

Menurut Mhd Nur, solusi dari supaya rumah penduduk bebas dari ancaman sungai Batang Jariang adalah normalisasi sungai. Artinya sungainya dialihkan lewatnya dari yang sekarang.  "Tidak ada jalan lain. Hanya itu," ucap wali nagari kembali.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur yang dikonfirmasi mengatakan, belum ada menerima laporan dari Wali Nagari Pauh Kambar. 

"Sejak kapan kejadiannya. Sudah tiga bulan kok belum sampai di meja saya laporannya," ujar Aciak menimpali. 

Ditambahkan Aciak, Wali Nagari Pauh Kambar ada melapor dan mohon bantuan hanya untuk jalan ke masjid Pauh Kambar. "Kalau untuk jalan ke masjid memang ada," ucap Suhatri Bur.

"Apabila memang kondisi rumah masyarakat terancam. kita akan bawa tim ke lapangan," kata Suhatri Bur. (TKA)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama