Webinar Departemen Ilmu Politik Unand, Cawapres Jadi Penentu Kemenangan

 Peserta dan narasumber webinar Series VI Departemen Ilmu Politik Unand


PADANG-Departemen Ilmu Politik Unand, Sabtu (3/6/2023) adakan Webinar Series VI. Tema yang jadi pembicaraan, tentang Pemilu 2024 dan pemilihan presiden dan wakil presiden. Webinar diikuti lebih kurang 90 peserta.


Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas menghadirkan sejumlah nara sumber yang tema spesifiknya adalah kemana arah koalisi Pilpres 2024? 

Webinar terbuka untuk umum dan dibuka Wakil Dekan I FISIP Universitas Andalas, Dr Lucky Zamzami. Narasumber berasal dari beberapa partai yang akan ikut kontestasi dalam pemilu mendatang.

Politisi Partai Gerindra yang juga anggota DPRD Sumbar, Hidayat menyebutkan, Partai Gerindra mengusung Prabowo sebagai calon presiden. "Merujuk pada beberapa surve, elektabilitas Prabowo unggul dari Ganjar maupun Anies," katanya.

Ditambahkan Hidayat, prinsip kebersatuan dan kebermanfaatan bagi bangsa dan negara ketika mengelola dan memimpin bangsa negara yang sangat kompleks yang sangat besar ini, apalagi dikaitkan dengan percaturan politik ekonomi global.

Dijelaskannya, dalam posisi seperti itu, Partai Gerinda mencoba menawarkan konsep-konsep kerjasama koalisi melakukan roso atau silaturahim pertemuan dengan ketua-ketua partai politik di luar Partai Gerindra maupun PKB.

"Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan Ketua PBB Yusril, Ketua Umum Perindo, Harry Tanoe, Ketua Uetua Umum Golkar, Airlangga dengan Ketum PAN, Zul Hasan," kata dia.

Dijelaskan Hidayat, pertemuan guna membangun komunikasi dilakukan dengan PPP dan sedang dirancang pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputeri," kata Hidayat.

Narasumber lainnya, Yogi Yolanda dari PDIP menyebutkan, partai tersebut mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. "Dalam pemilu maupun pilres, partai kami optimis menang," kata dia.

Dia menambahkan, ada kemungkinan Ganjar dan Prabowo bersatu dalam pilpres yang ditopang oleh kualiasi besar.  Dia menyebutkan, elektabilitas Ganjar sudah tinggi walaupun dalam beberapa survei popularitas berada di bawah Prabowo dan Anies.

"PDI-P cukup optimis, popularitas Ganjar naik dan diikuti elaktabilitasnya," tambahnya. 

Politisi dari Partai NasDem, Ardyan menyebutkan, Partai NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Dia berpendapat, penentuan cawapres dengan menggunakan survei sama halnya ketika menentukan siapa yang akan menjadi capres.

Pengamat politik Unand, Dr. Aidinil Zetra menyampaikan, rakyat membutuhkan koalisi yang betul-betul didasarkan atau didekatkan oleh ideologi yang jelas. "Jadi manifesto partai yang memiliki keseragaman dan kemiripan dalam mengusung kebijakan-kebijakan untuk kepentingan rakyat," kata dia.

Sementara itu, Prof. Asrinaldi memaparkan tentang berkaitan dengan realitas koalisi dan pemilu di Indonesia. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih cawapres bagi partai politik adalah kuatnya karakter dari figur yang dipilih karena itu merupakan kunci pemenangan pada pilpres.

"Pilihannya adalah orang yang terkenal dan memiliki pembiayaan, jika kedua pilihan tersebut tidak terpenuhi, maka partai politik perlu meninjau kembali untuk berkoalisi dengan partai tersebut," kata dia dalam siaran pers. (ed)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama