Bus Family Raya Jadi Idola Mahasiswa di Lintasan Sumbar-Jambi

Salah satu armada PO Family Raya

PADANG-Perusahaan otobus Family Raya jadi idola mahasiswa yang kuliah di Padang. Bus itu berangkat malam dari Jambi, sampai di Padang menjelan subuh. Bagi mahasiswa, kondisi itu sangat ideal. 

Bila tiba di Padang menjelang subuh, mahasiswa bisa istirahat di kostan agar sebentar, kemudian baru ke kampus untuk kuliah. "Cocok naik Family Raya, bus cepat di lintas Jambi-Sumbar," kata Ade, penumpang setia bus itu, Sabtu (6/4/2024).

Dia mengatakan, bus sampai jelang subuh di Padang, tentunya dengan catatan tak ada kendala di jalan. "Kalau normal-normal saja di perjalanan, bisa kita istirahat sebentar jelang kuliah," katanya.

Dari Jambi, bus tersebut akan berangkat dari Terminal Alam Barajo. Kemudian, bus akan menyusuri malam dan berpacu dengan bus Sumbar lainnya. Ada tiga otobus di lintasan itu, Jambi Transport, Family Raya dan NPM.


Konsisten di lintas tengah

Ketika perusahaan otobus Sumbar berpacu di lintas Timur Sumatera, bus yang satu ini konsisten di lintas tengah. Bus ini juga tercatat sebagai armada yang memiliki rute terjauh.

Ya, bus Family Raya namanya. Bus itu berangkat dari Pariaman sampai ke Solo, Jogya, Semarang, Pati dan kota-kota lain di Jawa. Bus itu menghubungkan Sumatera Barat-Jawa. Bus itu memiliki pelanggan tersendiri.

Bus Family Raya juga melayani angkutan paket. Rute yang dilalui Family Raya adalah Padang-Bungo, Bangko, Lubuk Linggau, Lahat, Muara Enim, Kota Bumi dan terus ke Merak dan menyeberang ke Jawa.

Selain menghubungkan Sumatera Barat-Jawa, Family Raya juga secara reguler melayani Padang-Jambi serta Bukittinggi-Jambi.

Rumah makan pertama yang disinggahi bus itu adalah Titian Akar yang terletak di Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Perusahaan Otobus Family Raya Ceria awalnya berasal dari rumah makan di Bangko yang bernama Rumah Makan Family Raya. Rumah makan itu menjadi persinggahan bagi awak truk atau yang melintas di jalan lintas Sumatera di Bangko-Jambi.

Family Raya bermakna keluarga besar karena Haji Gusmaliadi bersaudara sembilan orang dan istrinya bersaudara delapan orang. Kini usaha bus itu dikelola dan diteruskan oleh anak Haji Gusmaliadi, Reno Saputra. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama