Mudik ke Sumbar, Pahami Aturan Penggunaan Toilet Bus

 Toilet di bus. (kompas.com)


JAKARTA-Musim mudik telah tiba. Perantau Minang terpantau ramai di Terminal Kampung Rambutan, Baranangsiang, Poris, Pulo Gedang maupun agen-agen bus di seputaran Jabodetabek.

Belakangan, animo masyarakat mudik ke Sumbar dengan menggunakan bus semakin meningkat. Hal itu disebabkan manajemen perusahaaan otobus di Sumbar tengah berpacu dalam memberikan layanan terbaik. Manajemen memberikan pelayanan yang tak biasa bagi penumpang Sumbar-Jakarta-Bandung.

Manajemen ingin memberikan nilai lebih kepada pelanggan masing-masing. Perubahan demi perubahan harus dilakukan bila tak ingin tergilas zaman. Pembenahan juga menjadi keniscayaan lantaran tuntutan konsumen juag meningkat. Masyarakat tak lagi ingin perjalanan sekedar sampai dengan selamat, tapi juga membutuhkan kenyamanan dalam perjalanan.

Layanan yang diberikan perusahaan otobus tersebut memiliki nilai lebih masing-masing. Masyarakat tinggal menentukan pilihan mau mengikuti yang lama.

Satu hal yang harus diperhatikan ketika perjalanan dengan bus adalah soal penggunaan toilet. Toilet hanya bisa dipergunakan untuk buang air kecil. Setelah buang air kecil, harap disiram.

Toilet bus hanya bisa dipergunakan ketika bus sedang berjalan. Jangan gunakan toilet bus ketika berhenti di SPBU, rumah makan dan tempat lainnya. Aturan itu guna menghindari bau pesing di tempat orang. 

Bus-bus Sumbar menempatkan toilet di bagian belakang. Biasanya, toilet itu bersebelahan dengan area merokok. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama