Bawa Perantau Mudik, Bus Sumbar Full Seat dari Jakarta


Salah satu armada bus NPM

JAKARTA-Lebaran semakin dekat. Puncak arus mudik dari Jakarta menuju Sumbar jaga makin terlihat. Setidaknya 50 armada reguler diberangkatkan dari ibu kota menuju berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pemberangkatan 50 armada itu berdasarkan pantauan Youtube AIKR Arif Ichwa, Rabu (3/4/2024). Pemerintah memperkirakan arus mudik akan dimulai 5 April mendatang, namun banyak perantau yang mudik lebih awal guna menghidari kemacetan dan supaya lebih lama di kampung.

Dilihat dari Youtube AIKR Arif Ichwa, bus-bus Sumbar memang full seat menuju Ranah Minang. Kru bus harus putar kepala karena banyaknya permintaan dari penumpang. Sampai di Sumbar, balik lagi ke Jakarta.

Pulang kampung dengan bus juga memberikan suasana tersendiri. Sebab, dengan perjalanan darat, bisa melihat negeri orang. Pulang kampung dengan bus juga memberikan sensasi berbeda dalam perjalanan.

Mudik tahun ini memberikan suasana berbeda dengan layanan transportasi darat ke Sumatera Barat. Dalam mudik tahun ini, ada empat perusahaan otobus yang memberikan layanan dengan kelas yang berbeda dari yang biasa.

Bus Sembodo merupakan perintis kelas sleeper di lintasan Sumatera Barat-Jakarta dan Bandung. Bus itu memiliki kelas suite combi. Layanan bus itu menghadirkan layanan tiduran dan selonjoran ke perantauan maupun sebaliknya.

Kalau soal ongkos, suite combi tak jau beda dengan pesawat. Namun, bus itu selalu penuh penumpang. Konsumen tak lagi berpikir ongkos, namun butuh kenyamanan dan layanan private dalam perjalanan.

Sembodo sukses di lintasan dengan layanan selonjoran dan rebahan itu. Sukses Sembodo kini diikuti PO Miyor, Al Hijrah dan ANS. Khusus ANS baru saja rilis unit dari karoseri Morodadi Prima.

Dengan kehadiran layanan itu, perantau bagaikan bangsawan yang pulang kampung. Perantau pulang dengan layanan bus yang berbeda. Meski demikian, bus Sumbar akan tetap eksis kendati ada persaingan.

Bus Sumbar memiliki karakter tersendiri. Tiap PO memiliki langganan tersendiri. Mereka akan susah berpaling ke bus lain. Tiap bus punya penumpang sendiri dan langganan sendiri. 

"Memang nyaman naik bus sekarang," ujar perantau yang baru saja mudik dari Jakarta, Kasman, Rabu (3/4/2024).  (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama