Bencana di Mana-mana, Sektor Pariwisata Sumbar Tiarap Lagi

Alat berat bersihkan material longsor

PADANG-Sektor pariwisata Sumbar tiarap lagi. Bencana alam di mana-mana berakibat kunjungan wisata berkurang drastis.

Sektor pariwisata baru saja bangkit usai dihantam pandemi. Daerah yang dilanda bencana merupakan pusat wisata Sumatera Barat, seperti Padang Panjang, Agam,  Lembah Anai dan Tanah Datar.

Selain itu, juga di Kabupaten Solok karena seringnya akses jalan mengalami longsor. Sektor pariwisata Kembali menghadapi tantangan berat. 

Selain bencana alam, terjadinya kecelakaan bus pariwisata di Jawa Barat, juga mendorong banyak daerah di Indonesia mengeluarkan larangan jalan-jalan atau karya wisata.

Khusus di Sumbar, Polda Riau bahkan mengimbau warga Riau untuk tidak ke Sumbar sementara waktu.

Pada liburan lebaran lalu, sector pariwisata menggeliat. Kabupaten Solok saja,  contohnya, tercatat menjadi daerah tertinggi angka pengunjung wisatawan selama libur lebaran di Sumatera Barat. Wisatawan yang berkunjung ke kabupaten yang mempunyai lima danau ini tembus satu juta lebih.

Hal ini menjadi salah satu capaian meningkatnya sektor pariwisata sejak menjadi program unggulan Bupati Solok Epyardi Asda.

Tingginya kunjungan tersebut bukan datang tiba-tiba. Butuh persiapan untuk menyambut atau mengajak wisatawan agar berkunjung ke kabupaten penghasil beras dan bawang itu.

Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, selama libur lebaran mulai dari 11 April sampai dengan 20 April, tercatat 1.331.077 pengunjung yang memenuhi 117 objek wisata ada.

Dari 1,3 juta orang tersebut, 734.790 diantaranya mengunjungi lima objek wisata favorit, seperti Alahan Panjang Resort, Dermaga Singkarak, Danau Talang, Bukit Cambai dan Sirukam Dairy.

Angka ini jauh meningkat jika dibandingkan libur lebaran 2023 yang hanya 205.636 pengunjung.

“Ini sangat drastis naiknya. Tentu kaitannya program Pak Bupati dengan mempermudah investor dan ramah terhadap wisatawan, serta gencarnya bupati membawa dan mempromosikan objek wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Armen Rabu (24/4/2024).

Peningkatan angka kunjungan ini juga berkaitan dengan bertambahnya objek wisata. Tercatat, pada 2022 objek wisata berjumlah 44, pada 2023 meningkat menjadi 97. Pada 2024 naik menjadi 117 objek wisata. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama