![]() |
| Penandatanganan kontrak. (hutama karya) |
JAKARTA-PT Hutama Karya kembali dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki sejumlah jaringan irigasi nasional dengan meraih enam kontrak rehabilitasi jaringan irigasi di lima wilayah Indonesia, masing-masing Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau dan Sulawesi Utara.
Proyek strategis ini akan memberikan dampak pada peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Bertempat di Kementerian Pekerjaan Umum, penandatanganan kontrak dilaksanakan serentak bersama dengan paket rehabilitasi jaringan irigasi lainnya, Selasa (2/9/2024).
Khusus paket Hutama Karya, tanda tangan kontrak dilakukan antara Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum Hutama Karya Rizky Agung dengan Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan Rawa di setiap wilayah kerja, disaksikan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Dwi Purwantoro dan Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto, serta Kepala Satuan Kerja pada masing-masing Balai dan Balai Besar Wilayah Sungai.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan, keenam proyek tersebut meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi di BBWS Bengawan Solo Paket 1 dan 2, Rehabilitasi Jaringan Irigasi di BWS Sumatera III Paket 1 dan 2, serta masing-masing 1 (satu) paket di BWS Sulawesi I dan BBWS Cimanuk Cisanggarung.
Keseluruhan proyek ini merupakan bagian integral dari Program Optimasi Lahan (OPLAH) yang mendukung pencapaian swasembada pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mobilisasi pekerjaan dimulai pada Rabu, 3 September 2025 dengan target penyelesaian seluruhnya pada Desember 2025.
“Melalui rehabilitasi jaringan irigasi di lima wilayah strategis ini, Hutama Karya berperan langsung dalam meningkatkan efisiensi distribusi air untuk lahan pertanian, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Adjib.
Adjib menjelaskan, pengerjaan proyek-proyek rehabilitasi ini akan mencakup berbagai komponen infrastruktur irigasi kritis, mulai dari rehabilitasi saluran primer, sekunder, dan tersier, hingga perbaikan bangunan pengatur dan penggantian pintu air yang rusak.
Dengan total panjang saluran yang direhabilitasi mencapai lebih dari 76.190 meter dan luas area layanan lebih dari 10.702 hektare, proyek ini akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di berbagai kabupaten. (*)
