Pulihkan Fasilitas Umum Pascabencana, DPRD Kota Padang Siap Perjuangkan Anggaran

Rachmad Wijaya

PADANG-Guna memulihkan situasi setelah dilanda bencana, DPRD Kota Padang siap memperjuangkan ketersediaan untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

Salah fasilitas umum yang mendesak adalah perbaikan sarana air bersih.

Ketua DPRD Padang, Muharlion, Jumat (19/12/2025) menyatakan, mau tak mau PDAM sebagai perusahaan daerah harus didukung dengan ketersediaan anggaran karena ini menyangkut pelayanan minimal pada masyarakat.

"Kalau perubahan APBD 2026 dipercepat, guna mengalihkan anggaran pada perbaikan fasilitas publik yang rusak akibat banjir," katanya.

Senada dengan Ketua DPRD, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya mendukung ketersediaan modal bagi PDAM dimaksud.

Ia menyoroti wilayah Koto Tangah dan sekitarnya yang sangat bergantung pada Intake Palukahan. Rachmad berharap ritme kerja yang cepat saat ini terus dipertahankan agar target tahun baru tidak meleset.

Politisi Gerindra, Rachmad Wijaya, juga memastikan bahwa DPRD akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat. Hal ini penting mengingat layanan air bersih telah terhenti sejak 27 November silam.

Pihak legislatif berkomitmen untuk terus mensupport PDAM Padang, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, guna memastikan kendala distribusi air akibat bencana alam seperti ini dapat diatasi lebih cepat di masa depan.

Anggota DPRD lainnya, Helmi Moesim, juga memberikan pandangannya terkait teknis perbaikan di lapangan. Ia meyakini bahwa target akhir tahun sangat realistis untuk dicapai, selama kondisi cuaca di hulu sungai tetap bersahabat.

“Jika cuaca mendukung dan perbaikan terus dilakukan secara intensif, kami optimis penyelesaian perbaikan ini tuntas tepat waktu,” ujar Helmi dengan nada optimis.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran pimpinan dan anggota DPRD ke lokasi bencana. Menurutnya, kehadiran para wakil rakyat ini memberikan suntikan moral dan semangat baru bagi para karyawan yang sedang bertugas di lapangan. Pengakuan dari dewan dianggap sebagai motivasi tambahan bagi tim untuk memberikan hasil terbaik.

Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Hendra Pebrizal menyatakan optimismenya bahwa distribusi air akan kembali lancar sebelum tahun 2025 berakhir.

Perumda Air Minum terus mengupayakan segala sumber daya yang dimiliki agar distribusi ke kawasan Koto Tangah kembali pulih. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan menjadi kunci utama percepatan penanganan infrastruktur publik di Kota Padang. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama