![]() |
| Sekretaris DPRD Kota Padang, Hendrizal Azhar serahkan laporan capaian DPRD. |
PADANG-Tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepat. Baru kemarin rasanya tahun 2025, kini sudah datang pula tahun baru. Tepat di penghujung 2025, DPRD Padang adakan rapat paripurna tutup masa sidang I 2025 dan buka masa sidang II 2026.
Rapat paripurna dipimpin Ketua Muharlion didampingi wakil ketua Mastilizal Aye, Osman Ayub dan Jupri serta Sekretaris DPRD Padang, Hendrizal Azhar. Rapat paripurna dihadiri segenap anggota DPRD.
Dari Pemerintah Kota Padang hadir Wali Kota Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan pejabat pemko serta undangan lainnya.
Rapat paripurna diadakan di ruang sidang utama DPRD, komplek perkantoran Aie Pacah, Padang.
etua DPRD Muharlion menyebut, rapat paripurna di penghujung tahun ini diwarnai suasana kebatinan yang penuh duka. Sebab, akhir November lalu, Kota Padang dan daerah lain di Sumatera Barat dilanda banjir bandang.
![]() |
| Rapat paripurna DPRD Padang |
Sejumlah kawasan di Padang mengalami kerusakan parah. Antara lain, Kecamatan Pauh, Kuranji, Nanggalo dan Koto Tangah. Banyak masyarakat yang harus kembali ke titik nol karena harta benda mereka hanyut karena galodo.
Muharlion menyebutkan, 2026 merupakan tahun yang berat. Berbagai persoalan yang dialami masyarakat terdampak bencana harus dibantu. Mulai dari pembangunan fasilitas umum berupa jalan, jembatan dan air bersih.
Persoalan krusial adalah membangun hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan rumah. "Tahun depan, DPRD akan berjuang demi rakyat," kata dia.
Rapat paripurna tersebut menjadi agenda resmi lembaga legislatif dalam menandai berakhirnya satu masa kerja serta dimulainya masa sidang berikutnya.
Selain bersifat konstitusional, forum ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja DPRD selama masa sidang I 2025.
Muharlion menegaskan, setiap masa sidang harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk memperkuat pelaksanaan fungsi DPRD, baik dalam bidang legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.
Menurutnya, evaluasi kinerja menjadi bagian penting agar setiap program dan kebijakan yang dibahas benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penutupan masa sidang I 2025, lanjut Muharlion, menjadi kesempatan bagi DPRD untuk menilai sejauh mana agenda-agenda strategis yang telah dijalankan mampu menjawab kebutuhan publik dan sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang.
Ke depan, Muharlion mendorong seluruh anggota DPRD untuk meningkatkan soliditas, etos kerja, serta sinergi lintas fraksi.
Ia menyebut tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama yang kuat serta komunikasi intensif dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Dalam rapat paripurna tersebut, DPRD menegaskan komitmen untuk terus menjaga hubungan harmonis dengan Pemerintah Kota Padang sebagai mitra strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Muharlion mengingatkan pentingnya menjaga marwah dan integritas lembaga DPRD.
Ia menekankan, setiap keputusan yang diambil harus mencerminkan aspirasi rakyat serta menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab sebagai wakil masyarakat. (adv)

