Koperasi Nagari Merah Putih Mulai Urus Izin dan Beroperasi





SOLOK SELATAN-Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendorong percepatan perizinan dan operasional Koperasi Desa/Nagari Merah Putih (KDMP) melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kini 22 dari 39 Koperasi Merah Putih sudah berizin bahkan mulai beroperasi.

Kepala DPMPTSP Alfiandri Putra mengatakan 22 koperasi telah dikeluarkan izinnya. Sedangkan sisanya akan difasilitasi pengurusan dalam minggu ini.

"Fasilitasi dan intervensi pengurusan ini dilakukan untuk mendukung percepatan program prioritas nasional. Sebab, beberapa memang terkendala karena penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) jenis usaha," kata Alfiandri dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Hal ini berkaitan dengan perubahan regulasi Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) menurut PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Menurutnya, koperasi mengalami kesulitan untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan PP tersebut.

Aturan ini, disebutnya, memiliki persyaratan yang kompleks dan proses yang berubah, seperti merubah pola yang awal persyaratan dasar bisa dilengkapi di akhir, menjadikan pelaku usaha harus memenuhi persyaratan dasar di awal misalnya KKPR/Amdal. Hal itu diakuinya menyulitkan pemohon untuk melakukan pendaftaran.

Sedangkan menurut arahan Presiden, Koperasi Merah Putih ini difokuskan pada kegiatan ekonomi yang menunjang ketahanan pangan, perdagangan sembako, dan layanan simpan pinjam di tingkat desa. Namun, pemerintah juga menyarankan agar KBLI koperasi ini untuk memaksimalkan potensi usaha desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM melalui Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Azizah Mutia menyebut seluruh nagari definitif di Kabupaten Solok Selatan sudah memiliki badan usaha koperasi sesuai dengan arahan Presiden.

"Usaha dari koperasi ini secara garis besar bergerak di bidang simpan pinjam, sembako, klinik, apotek, cold storage, serta logistik dan distribusi. Selain itu juga sesuai dengan potensi usaha di daerah masing-masing," jelasnya secara terpisah.

Dari 39 koperasi tersebut, kini enam diantaranya sudah mulai beroperasi. Seperti misalnya KDMP Pakan Rabaa Utara yang bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), KDMP Nagari Abai yang menjadi mitra penyalur pupuk, kemudian KDMP Pakan Rabaa Timur yang bergerak di bidang pemasaran ayam petelur. 

"Saat ini ada delapan SPPG yang masih menunnggu pembangunan gerai untuk berusaha," tutupnya. (Jup)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama