![]() |
Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Buteng, mendampingi Tim BPKP Perwakilan Sultra untuk melakukan EVRAN pada OPD lingkup Pemkab Buteng |
BUTON TENGAH - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akan menjadikan hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran kedepannya.
![]() |
Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Buton Tengah, La Ode Nursamsu, S.STP., M.Si |
Hasil EVRAN dari BPKP Perwakilan Sultra ini, nantinya akan kita jadikan sebagai acuan strategis untuk mengolah untuk memperbaiki kualitas belanja publik, memastikan keselarasan program, dan mendukung capaian kinerja yang berorientasi pada hasil akhir (outcome) dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buteng.
"Bappeda Buteng nantinya akan menerima hasil evaluasi dari BPKP ini, kemudian akan diolah untuk perbaikan Renja (rencana kerja) dan Renstra (rencana strategis) yang sudah tertuang dalam RPJMD 2025-2030," terang Nursamsu, ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026)
Selain itu, pihaknya akan menselaraskannya dengan program prioritas nasional pada sektor pendidikan, kesehatan, perceparan penanganan stunting, ketahanan pangan, serta pengentasan kemiskinan ekstrem.
"Kalau hasil evaluasi BPKP tahun 2026 ini Renja dan Renstra Kabuaten Buteng belum selaras dengan program prioritas nasional, maka akan menjadi perbaikan di tahun 2027," tukasnya.
Bila perlu, lanjut dia, pihaknya akan menyesuaikannya pada LKPD (Laporan Keuangan Pemeruntah Daerah) Juni dan pembahasan KUA-PPAS Juli 2026 pada anggaran perubahan.
"Kita berharap kualitas perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Buteng ini terus meningkat, sehingga mampu menghadirkan kebijakan dan program yang tepat sasaran demi mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya," tutup Nursamsu.
Sebelumnya, pada pembukaan EVRAN Kabupaten Buteng pekan lalu, Ketua Tim BPKP Perwakilan Sultra, Heru Heryadi, menyampaikan bahwa evaluasi perencanaan dan penganggaran bertujuan untuk memotret sejauh mana program kerja yang dirancang Pemkab Buteng telah berorientasi pada hasil (result-oriented).
Menurutnya, evaluasi ini tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi semata, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan untuk memastikan setiap anggaran daerah digunakan secara efisien, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sejak tahap perencanaan.
“Melalui evaluasi yang komprehensif ini, diharapkan dokumen perencanaan dan penganggaran Kabupaten Buton Tengah semakin berkualitas, selaras, dan akuntabel. Pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(uzi)

