![]() |
Pangkalan kambing Dolok Masihul |
SERGAI-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, permintaan hewan kurban seperti kambing dan sapi mulai meningkat. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penjualan kambing di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) justru mengalami penurunan cukup drastis.
Meski jumlah pembeli berkurang, harga kambing di pasaran malah mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pedagang hewan kurban yang mulai membuka lapak di berbagai titik jalan lintas.
Salah seorang pedagang kambing, Sarianto Purba, mengaku penjualan kambing tahun ini jauh lebih sepi dibanding Idul Adha tahun lalu. Ia menyebut daya beli masyarakat diduga menjadi salah satu faktor utama menurunnya transaksi hewan kurban.
“Sekarang memang sudah mau menyambut Idul Adha, cuma tidak seperti tahun-tahun lalu peningkatannya. Kurang ramai lah. Tahun lalu seminggu sebelum Idul Adha kami bisa jual sampai 20 ekor, tahun ini paling hanya sekitar 10 ekor,” ungkap Sarianto saat ditemui di pangkalan kambing di tepi Jalan Dolok Masihul–Tebing Tinggi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, meski pembeli menurun, harga kambing justru naik karena biaya pembelian dari peternak ikut meningkat menjelang momen kurban.
“Kalau menurut saya harga kambing saat ini naik. Biasanya saya beli kambing jantan atau bandot sekitar Rp3.500.000 per ekor, sekarang menjelang Idul Adha naik jadi Rp3.800.000 per ekor,” jelasnya.
Di pangkalan miliknya, tampak berbagai jenis kambing disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari kambing etawa atau koplo hingga kambing jenis gembel yang banyak diminati untuk hewan kurban.
Para pedagang berharap mendekati hari pelaksanaan Idul Adha, jumlah pembeli bisa meningkat sehingga penjualan kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya.(ML.hrp)
