Sekda Solok Selatan Tanamkan Semangat BERAKHLAK kepada CPNS Kemendagri di Bukittinggi

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi


SOLOK SELATAN–Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada 40 peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan IX Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Bukittinggi.

Saat dihubungi pada Rabu (20/05/2026), Syamsurizaldi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen istimewa baginya karena dapat berdiskusi langsung dengan para talenta muda calon aparatur sipil negara (ASN).

“Pagi ini menjadi momen yang istimewa dan membahagiakan karena saya berkesempatan berbagi ilmu, pengalaman, dan semangat bersama 40 talenta muda peserta Latsar CPNS Angkatan IX BBPSDM Kemendagri di Bukittinggi,” ujarnya.

Peserta Latsar tersebut berasal dari Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau, termasuk di antaranya CPNS dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

Dalam sesi tersebut, Syamsurizaldi memberikan pemahaman mengenai implementasi Nilai-Nilai Dasar ASN serta Employer Branding ASN yang dikenal dengan semangat BERAKHLAK.

Selama 90 menit, ia menyampaikan materi yang berisi informasi, motivasi, dan inspirasi kepada generasi muda, khususnya generasi Z yang mulai memasuki dunia birokrasi pemerintahan.

Menurutnya, generasi muda ASN membawa energi baru, cara pandang baru, serta semangat baru yang akan menjadi wajah pelayanan publik di masa depan.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengungkapkan kekhawatiran menghadapi tantangan kerja di era keterbukaan informasi, di mana ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan ASN semakin tinggi.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah munculnya anggapan bahwa jabatan struktural memiliki risiko lebih besar dibandingkan jabatan fungsional, sehingga banyak ASN muda cenderung menghindari jalur kepemimpinan.

“Pandangan seperti ini kurang tepat dan berbahaya jika dibiarkan. Pola pikir tersebut dapat merusak sistem kaderisasi kepemimpinan di birokrasi. Bagaimana kita mendapatkan pemimpin hebat di masa depan jika talenta terbaik sejak awal enggan mengambil tanggung jawab karena takut risiko,” tegasnya.

Menanggapi keresahan para peserta, Syamsurizaldi menekankan bahwa setiap pekerjaan memiliki risiko, baik jabatan struktural maupun fungsional.

“Tidak ada pekerjaan tanpa risiko. Tugas kita bukan menghindari risiko, tetapi melakukan mitigasi dan pengendalian risiko,” katanya.

Ia menambahkan, instrumen paling kuat untuk mengendalikan risiko adalah dengan menjadikan nilai-nilai ASN BERAKHLAK sebagai pedoman hidup dan kerja sehari-hari.

Nilai tersebut meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai BERAKHLAK, insya Allah di mana pun kita bertugas dan jabatan apa pun yang diemban, kita akan menjadi ASN yang amanah, profesional, dan dicintai masyarakat,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Syamsurizaldi berharap para peserta mampu membawa pulang bekal berharga dan menanamkan nilai BERAKHLAK dalam diri mereka agar tumbuh menjadi birokrat yang tangguh, berintegritas, dan mampu membawa perubahan nyata bagi daerah maupun bangsa. (Jup)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama