SOLOK SELATAN – Suasana Car Free Day (CFD) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Minggu (7/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah keramaian masyarakat yang berolahraga dan menikmati akhir pekan, hadir Counter Perhimpunan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Solok Selatan yang memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) berlatar belakang Sarjana Farmasi yang bertugas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.
Selain melaksanakan bakti sosial, para tenaga farmasi juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan antibiotik dan obat-obatan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, yang ditemui di lokasi kegiatan mengatakan bahwa edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang benar.
"Ada beberapa pesan penting yang perlu diketahui masyarakat. Mengonsumsi antibiotik secara berlebihan, sembarangan, atau tidak menghabiskan obat sesuai resep dokter sangat berbahaya bagi kesehatan jangka panjang," ujar Syamsurizaldi.
Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik, yakni kondisi ketika bakteri penyebab penyakit menjadi kebal terhadap obat yang digunakan untuk mengobatinya.
"Jika resistensi antibiotik terjadi, maka saat seseorang benar-benar membutuhkan pengobatan di masa depan, antibiotik tersebut tidak lagi efektif untuk menyembuhkan penyakit," jelasnya.
Karena itu, Syamsurizaldi mengajak masyarakat untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menggunakan obat-obatan.
Ia mengingatkan agar masyarakat hanya menggunakan antibiotik berdasarkan resep dokter, meminum obat sesuai dosis dan aturan pakai yang dianjurkan, serta menghabiskan obat yang diberikan meskipun gejala penyakit telah berkurang atau hilang.
"Jangan membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang tepat merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan," tegasnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama PAFI berharap kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional semakin meningkat sehingga dapat mencegah risiko resistensi antibiotik di masa mendatang.
"Kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Gunakan obat dengan benar dan gunakan antibiotik secara bijak," tutup Syamsurizaldi. (jup)