Padang, LiputanKini–Program Studi Teknik Industri Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Salah satu wujud komitmen tersebut terlihat melalui kiprah dosen Teknik Industri, Mutiara Yetrina, S.T., M.T yang mengintegrasikan pengalaman profesionalnya di berbagai perusahaan besar ke dalam proses pembelajaran di kampus.
Melalui publikasi resmi Fakultas Teknik UPI YPTK, Mutiara Yetrina diperkenalkan sebagai akademisi yang memiliki pengalaman panjang di sektor manufaktur, pengadaan, supply chain, hingga pengembangan produk. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah dalam membimbing mahasiswa agar memahami praktik industri secara langsung, bukan hanya sebatas teori di ruang kuliah.
Dalam perjalanan karier profesionalnya, ia pernah menangani proses Supply Chain Management dan pengadaan material impor, menjalin koordinasi dengan mitra internasional, serta memastikan kelancaran pasokan bahan baku untuk mendukung keberlangsungan produksi perusahaan.
Dia juga terlibat dalam kegiatan riset dan pengembangan produk (Research and Development), inovasi proses, serta pengendalian kualitas guna meningkatkan daya saing industri.
Tidak hanya itu, pengalaman pada proyek-proyek industri berskala besar turut memperkaya kompetensi yang dibagikan kepada mahasiswa.
Pengelolaan pengadaan material, koordinasi lintas divisi, hingga penyusunan strategi efisiensi menjadi bagian dari materi yang dapat dipelajari mahasiswa berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.
Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman industri dinilai mampu mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai tantangan, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah yang dihadapi dalam lingkungan industri modern.
Program Studi Teknik Industri UPI YPTK sendiri memiliki visi menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi dengan dunia industri.
Sinergi antara pengalaman praktisi dan dunia akademik menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.
Dengan menghadirkan dosen yang memiliki rekam jejak profesional, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar dari pengalaman nyata sehingga lebih siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
(SHADIQ)
