SURABAYA - Miss Youth Indonesia 2025, Jollene Ferischea, memanfaatkan momentum libur sekolah untuk mempromosikan pariwisata sekaligus mengampanyekan pelestarian budaya Jawa Timur. Salah satunya melalui kehadirannya dalam Festival Segoro Topeng Kaliwungu yang digelar di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026) kemarin.
Kehadiran Jollene dalam festival tersebut menjadi bentuk dukungan generasi muda terhadap upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata Jawa Timur kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi Jollene, ini merupakan kali kedua mengikuti Festival Segoro Topeng Kaliwungu. Sebelumnya, ia pernah menghadiri kegiatan serupa saat masih menyandang gelar Miss Youth Jawa Timur. Tahun ini, ia menjadikan festival tersebut sebagai penutup rangkaian kegiatan selama libur sekolah.
"Partisipasi saya bertujuan mengajak remaja memanfaatkan libur sekolah dengan kegiatan positif, salah satunya melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa Timur," kata Jollene, Senin (13/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Jollene turut memperkenalkan Tari Topeng Kaliwungu, kesenian tradisional yang berasal dari Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Tarian yang berkembang di lereng selatan Gunung Semeru tersebut berawal dari tradisi tari topeng Klathak yang dibawa seniman Madura, Mbah Sanemo, kemudian dipadukan dengan gerak tari Jawa hingga melahirkan karakter yang khas.
Kesenian tersebut terus diwariskan secara turun-temurun oleh para maestro, salah satunya Mbah So, hingga akhirnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Setiap topeng dan gerakan tari mengandung filosofi tentang keberanian, kebijaksanaan, persatuan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur masyarakat setempat.
Remaja asal Surabaya itu berharap keterlibatannya dapat mendorong minat generasi muda untuk mencintai budaya daerah sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata di Jawa Timur.
"Jawa Timur memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai dari pantai hingga pegunungan. Ditambah lagi, partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan sektor kreatif menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," ujarnya.
Sebelum menghadiri festival, Jollene juga bertemu dengan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di Pendopo Arya Wiraraja. Dalam pertemuan tersebut, Indah menyampaikan optimisme terhadap perkembangan sektor pariwisata Lumajang yang terus menunjukkan tren positif.
Menurut Indah, sejumlah destinasi wisata di Lumajang kini semakin dikenal wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah Air Terjun Tumpak Sewu yang menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara, didukung objek wisata lain seperti Teras Semeru, deretan air terjun, hingga destinasi baru Sumber Telu.
"Dulu Lumajang belum banyak dikenal. Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Tumpak Sewu menjadi destinasi wisatawan asing nomor satu di Jawa Timur. Bahkan, wisatawan dari Tiongkok menjadi salah satu yang paling banyak berkunjung ke Lumajang," ujar Indah.
Ia mengatakan promosi pariwisata Lumajang banyak terbantu melalui pengalaman para wisatawan yang membagikan kunjungannya di media sosial, termasuk sejumlah artis drama asal Tiongkok yang pernah berlibur ke daerah tersebut.
"Mereka memanfaatkan libur sekolah maupun cuti kerja untuk datang ke Lumajang dan menikmati keindahan alamnya. Kami berharap dukungan semua pihak terus mengalir agar Lumajang semakin maju, dikenal luas, dan memiliki daya saing sebagai destinasi wisata unggulan," tuturnya. (rus)
