![]() |
Sejumlah siswa baru SMK Plus Nurul Ulum Panti terlihat ceria saat memainkan permainan tradisional di hari terakhir MPLS, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Mahrus) |
JEMBER - Riuh tawa memecah suasana halaman SMK Plus Nurul Ulum Panti, Sabtu (18/7/2026) pagi. Sejumlah siswa berlari menghindari sentuhan lawan dalam permainan gobak sodor, sementara yang lain bersorak memberi semangat dari tepi lapangan. Di sudut lain, tali karet, bola bekel, engklek, hingga petak umpet kembali dimainkan, menghadirkan nostalgia permainan yang akrab dengan masa kecil.
Suasana itu menjadi penutup yang berbeda dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Alih-alih menggelar seremoni atau hiburan modern, sekolah memilih menghadirkan permainan tradisional sebagai media untuk mempererat kebersamaan antara siswa baru, kakak kelas, dan para guru.
Sejak pukul 07.30 WIB, halaman sekolah di Jalan Rajawali Nomor 110, Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu disulap menjadi arena permainan. Siswa kelas X berbaur dengan siswa kelas XI dan XII tanpa sekat. Para guru pun ikut ambil bagian sehingga suasana terasa semakin akrab dan penuh kehangatan.
Gobak sodor menjadi permainan yang paling menyita perhatian. Sorak-sorai pecah setiap kali satu regu berhasil menembus pertahanan lawan. Kemeriahan berlanjut saat peserta mengikuti tarik tambang. Gelak tawa tak terbendung ketika mereka berusaha mempertahankan keseimbangan hingga garis penentu kemenangan.
Di sisi lain lapangan, sejumlah siswi tampak asyik memainkan bola bekel dan lompat tali karet. Sebagian lainnya memilih engklek dan petak umpet. Permainan-permainan sederhana itu seolah menghapus batas usia maupun status. Selama beberapa jam, seluruh warga sekolah larut dalam suasana penuh kegembiraan.
Kepala SMK Plus Nurul Ulum Panti, Mahrus Sadikin, mengatakan konsep penutupan MPLS tahun ini sengaja dirancang berbeda. Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa baru, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai karakter melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka.
"Alhamdulillah, MPLS tahun ini kami tutup dengan sesuatu yang membekas di hati. Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar tiga hal penting, yaitu kerja sama, kejujuran, dan kegembiraan. Di era digital seperti sekarang, kami ingin siswa SMK Plus Nurul Ulum Panti tetap mengenal dan mencintai akar budayanya," ujarnya.
Menurut Mahrus, permainan tradisional menyimpan nilai-nilai pendidikan yang kerap luput dari perhatian. Setiap permainan mengajarkan strategi, komunikasi, sportivitas, sekaligus membangun rasa saling percaya antarpeserta. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.
"Tubuh menjadi sehat karena bergerak, hati pun gembira karena tertawa bersama. Inilah ikhtiar kami untuk membentuk siswa SMK Plus Nurul Ulum Panti yang berakhlakul karimah, mandiri, dan berprestasi," katanya.
Apresiasi turut disampaikan Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, M. Nasihin. Menurutnya, penutupan MPLS melalui permainan tradisional merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena mampu memadukan pelestarian budaya dengan penguatan pendidikan karakter.
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif SMK Plus Nurul Ulum Panti. Anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan kompetensi keahlian, tetapi juga dibekali nilai-nilai karakter bangsa. Dari gobak sodor, misalnya, mereka belajar menyusun strategi dan bekerja sama dalam tim," tuturnya.
Ia menambahkan, permainan tradisional juga mengajarkan tanggung jawab, sportivitas, dan sikap saling menghargai. Karena itu, kegiatan serupa dinilai layak menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jember.
Saat peluit panjang dibunyikan, seluruh permainan pun berakhir. Namun, yang dibawa pulang para siswa baru bukan sekadar kenangan mengikuti MPLS. Mereka memulai perjalanan di sekolah dengan pengalaman membangun persahabatan, belajar bekerja sama, serta menyadari bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui permainan sederhana yang diwariskan lintas generasi. (rus)
