Seminar dan Lokakarya MTsN 3 Solok Selatan Resmi Dibuka Kakankemenag, Perkuat Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta




SOLOK SELATAN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Solok Selatan, Fitriyoni, secara resmi membuka Seminar dan Lokakarya (Semloka) MTsN 3 Solok Selatan yang mengangkat tema Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru MTsN 3 Solok Selatan dan berlangsung di Asbun Resort Alahan Panjang pada 25–26 Juli 2026.

Kepala MTsN 3 Solok Selatan, Sukmi Hidayati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kakankemenag Solok Selatan, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Putra Alizar, serta narasumber Darwin, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN Insan Cendekia Padang Pariaman.

Dalam arahannya, Fitriyoni menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini dapat dijawab melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yakni pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, keteladanan, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran di madrasah.

Menurutnya, nilai utama (core value) yang harus dimiliki guru madrasah adalah keteladanan dan akhlak mulia. Karena itu, setiap guru dituntut untuk senantiasa menunjukkan integritas, menjadi teladan bagi peserta didik, serta mematuhi seluruh aturan kedinasan dan kebijakan pemerintah dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

"Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan budaya kerja seluruh warga madrasah. Guru harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, baik dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari," ujar Fitriyoni.

Ia berharap seminar dan lokakarya tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan berbagai gagasan, inovasi, dan perubahan nyata yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di MTsN 3 Solok Selatan.

"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi awal lahirnya perubahan yang akan membawa MTsN 3 Solok Selatan menjadi madrasah yang semakin maju, berkualitas, dan berprestasi," tutupnya.

Pembukaan Seminar dan Lokakarya ditandai dengan pengalungan kokarde secara simbolis kepada empat orang peserta Semloka. Prosesi tersebut dilakukan oleh Kakankemenag Fitriyoni, Kasi Pendis Putra Alizar, narasumber Darwin, dan Kepala MTsN 3 Solok Selatan Sukmi Hidayati sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. (jup)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama