PADANG PARIAMAN–Dua buku yang mengupas jejak keilmuan dan warisan Syekh Burhanuddin resmi diluncurkan di Masjid Syekh Madinah, Sungai Gimba Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (24/8/2026).
Kedua buku tersebut masing-masing berjudul “Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada Syekh Burhanuddin” dan “Living Heritage Syekh Burhanuddin”. Peluncuran berlangsung usai salat Zuhur dan dihadiri sekitar 150 peserta.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurmatias, yang meluncurkan kedua buku tersebut mengatakan, kehadiran karya itu semakin memperkuat sekaligus memperjelas keberadaan Syekh Burhanuddin sebagai salah satu ulama penting dalam pengembangan Islam di kawasan Minangkabau.
“Kerja keras tim penulis yang dipimpin Prof. Dr. Duski Samad tentu patut kita apresiasi. Apalagi menjelang pembangunan Museum Syekh Burhanuddin di Ulakan, Padang Pariaman,” ujar Nurmatias.
Menurutnya, buku tersebut juga akan disampaikan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai salah satu dokumentasi mengenai warisan dan tradisi keagamaan yang berkembang di Sumatera Barat dan memiliki mata rantai sejarah dengan Syekh Burhanuddin.
Sementara itu, Prof. Dr. Duski Samad mengatakan, pengaruh dan kebesaran Syekh Burhanuddin tidak hanya dirasakan di Sumatera Barat, tetapi juga telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sejumlah surau yang membawa nama Syekh Burhanuddin di berbagai daerah, termasuk sejumlah kota di Pulau Jawa, Kota Palu, serta daerah rantau lainnya.
“Banyak pihak memperdebatkan warisan Syekh Burhanuddin, baik terkait khalifah, sanad, tradisi maupun peninggalannya. Namun, sering kali tidak mengetahui makna dan substansi dari apa yang diperdebatkan tersebut,” kata Duski Samad.
Ia menegaskan, buku “Living Heritage Syekh Burhanuddin” tidak membahas warisan dari aspek perebutan klaim tersebut, melainkan lebih menitikberatkan pada warisan kaji atau keilmuan.
“Kalau ada pihak yang tidak sependapat dengan isinya, silakan tulis argumentasi lewat buku pula,” ujarnya.
Duski Samad yang telah puluhan tahun meneliti Syekh Burhanuddin Ulakan itu juga mencontohkan tradisi Basapa. Menurutnya, berbagai hal terkait Basapa, mulai dari makna, sejarah awal pelaksanaan, hingga munculnya Sapa Gadang dan Sapa Ketek, dibahas dalam buku tersebut.
“Basapa jangan seperti ‘ondong aia, ondong dadak’, tidak ada pegangan dan hanya ikut-ikutan,” katanya.
Sedangkan buku “Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada Syekh Burhanuddin” memuat profil 100 syekh dan tuanku yang memiliki sanad keilmuan kepada Syekh Burhanuddin.
Menurut Duski, masing-masing ulama tersebut memiliki kharisma serta perjuangan panjang dalam mewariskan ilmu dan tradisi yang diajarkan Syekh Burhanuddin.
“Kehadiran buku ini merupakan langkah merawat sanad, menjaga warisan dan meneruskan cahaya ilmu,” tuturnya.
Pimpinan Tour & Travel Tuanku Khalifah Ali Bakri Tuanku Khalifah menyebut kedua buku tersebut sebagai salah satu karya besar yang mendokumentasikan Syekh Burhanuddin dan jaringan keilmuannya.
Ia menyebut terdapat sejumlah nagari di Padang Pariaman yang dikenal sebagai gudangnya tuanku, di antaranya Ulakan, Tapakis, Katapiang, dan Pakandangan.
“Syekh dan tuanku yang ada dalam buku ini berjasa dalam mengembangkan dan mewariskan tradisi Islam yang telah dikembangkan Syekh Burhanuddin,” katanya.
Ali Bakri menambahkan, dari catatan yang terangkum dalam buku tersebut, para ulama pendahulu menuntut ilmu agama selama bertahun-tahun dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan berguru kepada banyak ulama.
“Mereka berjuang menyebarkan dan mengajarkan ilmu agama untuk kebahagiaan umat dunia dan akhirat. Banyak di antara mereka memiliki murid yang tersebar di berbagai pelosok negeri,” ujarnya.
Buku “Ensiklopedi 100 Syekh dan Tuanku Bersanad pada Syekh Burhanuddin” memiliki ketebalan xiv + 784 halaman. Sementara “Living Heritage Syekh Burhanuddin” terdiri dari viii + 296 halaman.
Kedua buku tersebut ditulis oleh Duski Samad, Armaidi Tanjung, Ahmad Damanhuri, Abdurrahman Ahady, Ampera Salim Pati Marajo, Fatmi Fauzani Duski, Firdaus, Marfiyanti, Neni Triana, Nurasiah Ahmad, Ridwan Arif Yunaidi, Roni Faslah, Syahrul Mubarak, dan Syahminal.
Buku diterbitkan Pustaka Artaz, Padang Pariaman. Bagi masyarakat yang berminat memperoleh buku tersebut dapat menghubungi nomor WhatsApp 0813-6332-2245 (Daman) dan 0852-6374-9179 (Med).
Turut memberikan testimoni dalam peluncuran buku tersebut Pimpinan Pesantren Darul Ikhlas Suhaili Tuanku Mudo serta Zulnadi, mantan Ketua KPU Padang Pariaman yang kini berprofesi sebagai advokat di Padang Pariaman. (A/R)