Pembangunan Jaringan Irigasi Rampung, Masyarakat Kampung Tanjung Durian dan Air Kalam Lega

loading...


Memasuki tahun 2020, Kampung Tanjung Durian dan Air Kalam, Nagari Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan makin terlihat “tacelak” dengan telah selesainya proyek pembangunan jaringan irigasi yang berada di sepanjang 2.000 meter areal persawahan daerah itu.

PESISIR SELATAN, MJ News. Kabid Irigasi Nasirwan saat ditemui di ruangannya 29 Desember 2019 mentayakan rasa syukurnya, karena proses pengerjaan pembangunan jaringan irigasi telah selesai dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada.

Proyek ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi saluran air, agar pengairan saluran irigasi tersebut berjalan lancar sesuai dengan harapan masyarakat khususnya para petani yang berada di wilayah Nagari Lakitan Tenggah,” katanya.

Dia mengatakan, secara teknis saluran irigasi merupakan sarana penghubung antara sumber air dan petak tanah pertanian atau persawahan.

Selain itu kata dia menambahkan, irigasi juga merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengairi lahan pertanian khususnya pesawahan.

“Apabila tidak ada saluran irigasi tentu saja para petani tidak akan dapat mengairi areal pesawahan dan mengolah lahan pertanian mereka,” kata Nasirwan.


Para petani pun berharap dengan adanya pembangunan saluran irigasi ini dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan intensitas tanam di lokasi persawahan, kata dia menambahkan.
Nasirwan menjelaskan, proyek irigasi Tanjung Durian ini merupakan pembuatan saluran sekunder yang menghabiskan anggaran sekitar Rp2,8 milyar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat.

Di tempat terpisah, Wali Nagari Lakitan Tengah Irwandi juga mengucapkan ribuan terima kasih pada pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terutama Bupati Pessel, H. Hendrajoni, S.H., M.H, yang selalu peduli akan pada petani di dua kampung, yaitu Kampung Tanjung Durian dan Kampung Air Kalam itu.

Fakta membuktikan, selama ini lahan pertanian masyarakat di dua kampung itu selalu terkendala dengan susahnya mendapatkan air, tutur wali nagari.

Irwandi mengatakan, selama ini petani bila mau memulai turun ke sawah untuk bercocok tanam, hanya mengandalkan air hujan turun dari langgit.

“Akibatnya petani kita menghasilkan panenennya hanya satu kali dalam setahun untuk mendapatkan hasil panennya. Alhamdulilah untuk ke depannya petani kita bisa turun ke sawah tiga kali dalam satu tahun. Kita berharap nantinya petani kita semakin maju ekonominya, dan bisa meningkat hasi panenya,” kata Irwandi.

Sementara itu, Roni, seorang warga Tanjung Durian tuk lupa pula mengungkapkan rasa terima kasihnya pada pemerintah.

“Kami atas nama para petani di sini mengucapkan terima kasih kepada pelaksana pekerjaan proyek ini. Ucapan terimakasih khususnya kami sampaikan kepada pemerintah yang telah membantu menyalurkan anggaran bantuan ini, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari pembangunan ini,” katanya.

Ia mengakui betapa bermanfaatnya proyek tersebut bagi masyarakat khususnya para petani. Dengan adanya pembangunan irigasi ini maka pasokan air ke lahan persawahan semakin baik.

“Jika kebutuhan air mencukupi tentu pertumbuhan tanaman padi ikut subur dan produksi panen juga meningkat. Petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal akhirnya,” katanya.


KEMENTERIAN PUPR KABULKAN PERMOHONAN

Usulan pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada pemerintah pusat untuk membangun bendungan irigasi direspon positif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR).

Menurut Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, pembangunan bendungan irigasi itu merupakan harapan masyaratan di Nagari Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, untuk memiliki bendungan yang bisa memberikan jaminan terhadap 3.000 hektare lahan mereka.

“Tahun 2019 ini pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR mengabulkan permohonan masyarakat Tapan untuk pembangunan Bendungan Irigasi Ampang Tulak. Besar anggaranya Rp28 miliar, termasuk juga pembangunan saluran irigasinya sepanjang 5 kilometer,” kata Hendrajoni beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, jika pembangunan tersebut tuntas, maka akan ada 3.000 hektare lahan pertanian di kecamatan tersebut bisa melakukan pola tanam hingga rata-rata tiga kali setahun, sebab pengairannya tidak lagi terganggu.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa petani di Kenagarian Tapan sudah berharap pembangunan bendungan irigasi itu dilaksanakan sejak tahun 1996 lalu,” kata Hendrajoni menjelaskan.

Hendrajoni mengatakan, di masa kepemimpinannya di Pesisir Selatan, ia bakal melakukan sebaik mungkin untuk meningkatkan pembangunan yang ada di daerah tersebut

“Masyarakat sudah lama menanti sebenarnya. Untuk itu kepada masyarakat saya minta agar mendukung pelaksanaan pembangunan, supaya bisa tuntas sesuai dengan target yang direncanakan. Apalagi pengairan merupakan salah satu kunci kesuksesan target produksi padi bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pesisir Selatan, Doni Gusrizal, menjelaskan, pihaknya memang terus meningkatkan kualitas jaringan dan bendungan irigasi di daerah dimaksud.

Upaya yang dilakukan tersebut kata dia, juga bertujuan untuk kelangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan sebagai petani benar-benar terjamin.

“Pembangunan bendungan nantinya bisa meningkatkan kontinyuitas suplai air pada areal sawah yang sudah ada. Setidaknya masih ada seluas 2.023 hektare yang saat ini masih sawah tadah hujan,” jelasnya. (*)







 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama