Pembukaan MTQ ke-39 Koto Tangah Meriah

Camat Koto Tangah Syahrul menyerahkan tropi juara umum MTQ kepada ketua pelaksana Elfian Putra Ifadi pada pembukaan MTQ ke-39 tingkat Koto Tangah.

Padang, MJ News - Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-39 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ditabuh di  Kelurahan Batipuh Panjang, Minggu (23/2/2020).

Sebanyak 468 kafilah dari 13 kelurahan ambil bagian. Masing-masing kelurahan mengutus 36 qori dan qoriah. Peserta mengikuti cabang-cabang yang dipertandingkan pada MTQ yang diselenggarakan sekali dua tahun tersebut.

Sebelum diselenggarakannya MTQ didahului pawai takruf. Ada sekitar 3 ribuan peserta pawai ambil bagian. Pawai start di kantor camat menyisir jalan raya di depan SMA 8 Padang, dan terus ke mimbar utama Masjid Mukhlisin, Komplek Polri, Bungo Tanjung, Kelurahan Batipuh Panjang yang jadi tuan rumah.

Ribuan peserta yang ambil bagian pawai, sehingga memacetkan jalan disepanjang yang dilalui. "Saya mengucapkan terima kasih seluruhnya yang telah menyemarakkan MTQ Nasional tingkat Kecamatan Koto Tangah. Ini benar-benar luar biasa, semangat peserta, semaraknya pembukaan MTQ ini sangat-sangat luar biasa," puji Walikota yang diwakili Sekda Amasrul saat membuka MTQ tersebut, Minggu (23/2/2020).

Pembukaan MTQ itu ditandai pemukulan bedug oleh Sekda Amasrul didampingi Camat, Syahrul, Kakankemenag Padang Marjanis dan beberapa unsur terkait lainnya. Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Padang yang diwakili Muharlion, Ketua LPTQ Kota Padang Wardas Tanjung, Forkompimcam, Kapolsek, Danramil, KUA, alim ulama, cadiak, pandai, pemuda/i, bundo kanduang dan lainnya.

Amasrul memberikan apresiasi kepada Koto Tangah yang telah menyiapkan pembukaan MTQ dengan luar biasa meriah. "Saya sudah memprediksi meskipun MTQ ke-39 perdana di Kota Padang, saya sudah pastikan ini yang termeriah, karena diikuti sekitar 3 ribuan peserta. Bahkan organisasi lain seperti pencak silat pun ikut pula berpatisipasi memeriahkan pembukaan MTQ ini," tambahnya.

Menurutnya, iven MTQ itu dapat menjadi forum silaturrahim yang mengandung nilai-nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan sesama warga Koto Tangah. Yang terpenting MTQ bisa menggairahkan masyarakat untuk senantiasa mempelajari dan memahami Alquran sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia.

Pemko, kata Amasrul sangat mendukung program keagamaan tersebut, sebab sesuai komitmen Walikota Mahyeldi akan menjadikan Padang kota religius. Hal itu dibuktikannya dengan menaikkan insentif guru ngaji, imam masjid dan program keagamaan Islam lainnya. Selain itu menginsentifkan program 18.21.

Program 18.21 merupakan gagasan walikota, setiap keluarga pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB melakukan aktivitas bersama dalam meningkatkan komunikasi. Untuk lebih memotivasi pengimplementasian program ketahanan keluarga itu, pemko menyediakan reward umrah ke Tanah Suci. Ada 3 keluarga terbaik diberangkatkan umroh ke Tanah Suci pada 2019 lalu.

Sementara itu, Camat Koto Tangah Syahrul menyebutkan, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas suksesnya penyelenggaraan pembukaan MTQ Nasional ke-39 tingkat Kecamatan Koto Tangah tersebut. Sebab tanpa bantuan dan semua pihak, pembukaan MTQ tersebut tidak terlaksana sesuai yang diharapkan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruhnya tanpa bisa saya sebutkan satu persatu. Suksesnya suatu acara bukannya supermennya seseorang, tapi supermennya tim yang bekerja. Jadi kesuksesan pelaksanaan MTQ ini tidak lepas dari kesuksesan tim yang bekerja di lapangan. Saya mengucapkan terima kasih semua," ujar Syahrul.

Menurutnya, pada MTQ ke-38 lalu, Koto Tangah meraih juara umum MTQ tingkat Kota Padang. Pada MTQ ke-39, Syahrul yang bakal memasuki pensiun pada Juli 2020 berupaya mempertahankan juara umum tersebut. "Koto Tangah bertekad untuk mempertahankan juara umum MTQ tingkat Kota Padang," tambahnya.

Elfian Putra Ifadi menyebutkan, ada delapan lokasi tempat penyelenggara MTQ tersebut. Masjid Mukhlisin (Mimbar Utama), untuk cabang tilawah dewasa, tilawah remaja dan tilawah anak-anak, Masjid Nurul Mubin (tartil menengah dan tartil umum, Masjid Mujahidin (tartil dasar, tilawah TK), Masjid Baiturrahim (tahfiz 1 juz non tilawah, tahfiz 5 juz non tilawah).

Mushalla Uswatun Hasanah untuk cabang tahfiz 1 juz tilawah, tahfiz 5 juz tilawah, SDN 56 Anak  Air (MSF babak penyisihan, MSQ babak final, Masjid Al Anshar (MSQ) dan Masjid Al Ikhlas untuk cabang Khutbah Jumat. Pesertanya dari 13 kelurahan se-Kecamatan Koto Tangah.

Sedangkan untuk jurinya, dari dosen pilihan, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, padang, guru Pesan tren Darul Ulum dan juga Pesantren Arrisalah. (eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama