Tersesat di Jalan yang Benar

Judul Buku : Lost In The USA
Penulis : Fathi Bawazier
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, 2016
Tebal : 284 halaman
ISBN : 978-602-03-2687-0

Siapa yang mengira, niat hati ingin mengunjungi Australia namun malah tersesat puluhan ribu kilometer dari negara kangguru tersebut. Itulah yang dialami Fathi Bawazier. Rencana awalnya gagal total. Semula ia ingin mengunjungi Australia namun justru di Amerikalah ceritanya bermula.

Bagi Fathi, hanya ada dua pilihan agar hidupnya bisa diperhitungkan. Pilihan itu adalah kuliah di universitas negeri atau merantau di luar negeri.

Namun, pilihan pertama nya justru menguap setelah ia gagal mengikuti UMPTN. Sementara itu, ia masih bertahan dengan pendiriannya yang semula.

Mau tak mau, ia harus menjalani pilihan kedua; merantau ke luar negeri. Tentu saja, jalan untuk mencapai pilihan kedua ini tidak mudah. Namun, lelah tidak membuat semangat nya meleleh. Ia pun berusaha mengumpulkan informasi untuk bisa menetap di Australia. ia bertekad ke luar negeri, bekerja apa saja yang penting halal, lalu menabung untuk biaya kuliah di sana.
Awalnya, ia tak berniat ke Amerika Serikat. Waktu itu bersama seorang sahabatnya, ia berusaha mendapat visa Australia, tapi karena pada masa itu Australia sangat sulit ditembus, maka disiasati dengan mengajukan visa AS terlebih dahulu.

Namun, usahanya untuk memperoleh visa Australia tidak berhasil. Karena itu, ia pun merubah negara tujuannya; Amerika Serikat. Banyak teman-temannya yang menganggap idenya ini konyol. Di Amerika, ia tidak mempunyai karib kerabat. Lalu, bagaimana akan tinggal jauh dari Tanah Air tanpa orang yang dikenal?

Fathi tetap bersikeras mewujudkan impiannya ke Amerika. Ia pun memutuskan berangkat ke Amerika bersama Thoriq, anak pamannya.
Setibanya di negeri Paman Sam. Bukan hal mudah mencari pekerjaan di sana, meski bukan hal sulit jika mau berusaha dengan sungguh-sungguh.

Awalnya, mereka bekerja sebagai cleaning service di sebuah kantor. Sebuah pekerjaan berat dan menguras energi, karena mereka harus mengepel lantai, membersihkan karpet dengan vacum cleaner, kamar mandi dan meja kantor (hal 102).

Masalah muncul ketika kantor tersebut hanya menerima satu karyawan saja. Akhirnya Fathi yang memilih mundur dan meminta Thoriq saja yang melanjutkan bekerja sebagai cleaning service. Fathi pun berjuang keras untuk mendapat pekerjaan lain.

Setelah sempat ditolak, akhirnya ia berhasil bekerja sebagai karyawan di sebuah pom bensin dan bengkel mobil milik Pak  Talat.

Di tempat kerja barunya, ia pun dituduh sebagai pelaku pencurian oleh bosnya. Ia berusaha untuk meyakinkan bahwa bukanlah ia yang melakukannya. Bagaimanapun, ia tetap harus membayar kesalahan yang tidak pernah diperbuatnya itu.

Untuk bisa bertahan, Fathi harus melakukan banyak banyak hal seperti cleaning service, penjaga pom bensin, pengantar pizza, bahkan sebagai tukang cuci piring. Namun, akhirnya, ia berhasil mendapat pekerjaan lebih layak di Station Operator Inc, subsidiary dari Mobil Oil Corp., sebuah perusahaan perminyakan kelas dunia. (hal 129).

Lalu, apa yang dilakukan Fathi selanjutnya? Akankah jalan hidupnya masih akan sama atau justru berubah?

Novel sete bal 284 ini tidak akan membuat pembaca bosan. Setiap bagian cerita mengundang tanya. Belum lagi, pembaca akan diperkenalkan dengan berbagai hal seputar kehidupan masyarakat di Amerika?

Akan selalu ada pilihan. Hanya saja kadang ia tampak jelaa, namun lebih sering tidak. Semuanya tergantung kepekaan dan keberanian kita untuk menentukan jalan. Kalaupun tersesat, semoga kita tersesat di jalan yang benar.

Selamat membaca! (*)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama