Ancaman Virus Corona, Warga Padang Masih Memburu Pencuci Tangan dan Alkohol

loading...


Padang, MJ News - Sebagian kecil masyarakat masih memburu mas ker, pencuci tangan, dan alkohol, meski telah banyak beredar informasi jika Virus Corona berukuran besar.

Ia sudah cukup dihadapi dengan masker yang bisa dicuci ulang dan rajin cuci tangan.

Kepanikan sebagian kecil masyarakat ini, lebih pada rasa takut yang berlebihan. Jika tenang dan meyakini jika tak ajal tak akan mati, maka mereka bisa tenang seperti warga lainnya.

“Stok kami hanya menyi sakan alkohol 70 persen ukuran kecil. Untuk ukuran besar sedang dipesan kembali, karena sudah habis, begitu juga masker sudah habis,” kata Susi, salah seorang karyawan sebuah toko obat di Belimbing Padang, Senin (16/3/2020).

Ia mengatakan, untuk pemesanan kembali memang agak lama, karena semua apotik kekurangan stok seluruh Indonesia. Ia berharap
kondisi ini segera berakhir, sehingga semua kembali baik-baik saja.

Sementara Aldi, salah seorang warga Padang mengatakan, ia sendiri hanya memakai masker yang bisa dicuci ulang. Sesampai di rumah ia akan cuci tangan, memgganti baju dengan baju rumah, baru istirahat.

“Kadang malah tidak memakai masker saat sudah di luar. Saya sering lupa karena tidak terbiasa. Meski begitu saya perbanyak doa saja,” ujarnya.

Pantauan di beberapa kantor pemerintahan seperti Bank Indonesia (BI), semua tamu yang datang tak hanya diperiksa kendaraannya, tapi juga suhu tubuhnya. Jika berada di bawah 38 derajat Celcius, tamu diperbolehkan masuk.

Selain itu, kebiasaan bersalaman juga dihindari, dengan hanya menyilangkan tangan di dada. Prosedur ini dilakukan untuk mencegah merebaknya virus Corona, sehingga para tamu juga maklum adanya.

Melonjak

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor masker meningkat. Masker yang tergolong dalam barang berkode HS 63 jumlah ekspornya naik US$ 72 juta pada Februari 2020.

“Dan barang tekstil lainnya US$ 72 juta, itu komoditas masker masuk,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti.

Sebagaimana diketahui salah satu BUMN, PT RNI (Persero) merupakan produsen masker. Lantas, apakah perusahaan pelat merah mengekspor masker?

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, perusahaan pelat merah mengekspor masker terakhir pada Januari. Setelah itu, ekspor dihentikan.

“Itu, Februari nggak ada ya, tapi kalau Januari memang terakhir dulu itu, itu pesanan sebelumnya, terakhir,” kata Arya yang diwartakan detikcom.

“Tapi setelah itu kan kita sudah minta sudah tidak ada lagi ekspor-ekspor, jadi memang yang kami ketahui itu Januari terakhir, kalau Februari sih nggak. Januari kita masih proses yang lama, pemesanan yang lama, dan sudah kita hentikan juga,” sambung Arya.

Arya menambahkan, BUMN justru akan melakukan impor bahan baku. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, BUMN juga akan mengimpor barang jadi.

“BUMN akan melakukan impor bahan baku masker untuk dibuat jadi masker, ini oleh anak perusahaannya RNI, tapi di samping itu beberapa BUMN kita juga melakukan impor masker dari luar negeri, ini untuk memenuhi kebutuhan juga. Jadi ada dua yang kita lakukan, yang pertama adalah impor bahan baku masker berasal dari India dan Cina. Satu lagi, impor masker,” tutupnya.

Jangan Panik

Tiga pasien positif virus Corona (Covid-19) yang telah sembuh memberikan kesaksiannya mengenai virus itu. Ketiganya merupakan kasus 01-02-03 yang merupakan kasus awal di Indonesia.

“Kalau dari saya sih pesannya untuk masyarakat Indonesia yang sekarang agak panik untuk nggak panik karena virus ini seperti yang Pak Yuri (Achmad Yurianto/Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona) sudah sering sampaikan yaitu self-limiting disease,” kata salah seorang dari mereka dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, kemarin.

Dia meminta publik untuk benar-benar menjaga imun tubuhnya masing-masing. Selain itu dia juga meminta masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah.

“Juga dengarkan saran dari pemerin tah kalau memang kita diminta untuk social distance dan pembatasan sosial untuk sementara ya kita sebaiknya lakukan sebaik-baik mungkin,” kata dia.

Selain itu dia juga menyebut kondisinya selama isolasi baik-baik saja. Namun hal itu yang menurutnya berbahaya karena dapat menularkan ke orang lain yang sistem imunnya kurang baik.

“Dan satu lagi untuk kasus saya yang dinyatakan positif tapi tidak mempunyai tanda-tanda gejala apapun itu sebenarnya lebih bahaya karena kita bisa saja melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa tahu kita menularkan ke orang-orang yang imunnya dan kesehatannya lebih lemah daripada kita dan itu efeknya lebih parah,” kata dia.

Satu-satunya Rujukan

Presiden Joko Widodo meminta Satgas COVID-19 yang dibentuknya menjadi satu-satunya rujukan informasi terkait virus Corona. Jokowi mengatakan hal itu untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

“Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang disampaikan kepada publik, saya juga minta agar Satgas COVID-19 menjadi satu-satunya rujukan informasi kepada masyarakat,” kata Jokowi.

Untuk diketahui, Jokowi telah membentuk Satgas Penanganan COVID-19. Ketua BNPB Doni Monardo ditunjuk sebagai Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Selain itu, Jokowi menyatakan kebijakan yang diambil pemerintah daerah terkait virus Corona harus dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. Jokowi meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan kementerian terkait.

“Semua kebijakan besar di tingkat daerah terkait dengan COVID-19 harus dibahas harus terlebih dulu dengan pemerintah pusat. Untuk mempermudah komunikasi, saya minta kepada daerah untuk berkonsultasi membahasnya dengan kementerian terkait dan Satgas COVID-19,” ujarnya.Meski demi/kian, Jokowi mengizinkan daerah memberikan informasi terkait virus Corona di daerahnya. Dengan catatan, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 sebagai satu-satunya rujukan informasi.

“Boleh (memberikan informasi), tetapi untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan yang besar agar berkomunikasi dengan Satgas COVID-19 ataupun menteri terkait,” pungkasnya.

Sangat Rapuh

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto atau Yuri, meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan. Yuri menyebut virus Corona amat rapuh terhadap deterjen.

Hal tersebut disampaikan Yuri terkait imbauannya kepada pihak-pihak yang hendak melakukan pemeriksaan. Menurut Yuri, yang pertama kali seseorang lakukan jika takut terkena virus Corona ialah mengisolasi diri sendiri.

“Sebelum kita lakukan pemeriksaan secara definitif, secara pasti lakukan self-isolated segera di rumah gunakan masker yang proper upayakan ada social distance jarak setidak-tidaknya semeter lah. Kenapa semeter? Karena kita tahu kemungkinan droplet yang keluar itu sekitar semeter sehingga kita bisa menjaga keluarga,” kata Yuri.

Yuri mengimbau orang yang menduga dirinya kena Corona untuk memakai barang-barang sendiri, tidak campur dengan keluarga, termasuk alat makan. Alat makan itu harus dicuci dengan sabun karena menurutnya deterjen bisa menghancurkan bungkus dari virus Corona.

“Kalau tidur sendiri dulu, yang paling penting tidak berbagi penggunaan alat makan minum. Pakai alat makan minum yang terpisah, bukan berarti sekali pakai buang, tidak,” jelas Yuri. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama