Sawah Solok Menjadi Destinasi Agrowisata

loading...


MJ News - Kota Solok secara geografis terdiri dua kecamatan, Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan. Kecamatan Lubuk Sikarah merupakan daerah yang relatif subur, banyak tersedia sunber air, sedangkan Kecamatan Tanjung Harapan didominasi lahan kering, sumber airnya terbatas, dan berpotensi untuk pengembangan tanaman buah serta perkebunan seperti durian dan serai wangi.
Kegiatan usaha tani akan berhasil apabila sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi dan modal terpenuhi secara optimal.

Maka Kota Solok setiap tahunnya selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan produksi padi yang dilakukan melalui penerapan teknologi penggunaan pupuk sesuai rekomendasi, penggunaan benih bermutu,pengendalian hama terpadu, penyediaan Alsintan yang dibutuhpan petani dan melaksanakan inovasi Teknologi Tanam Jajar Legowo yang dikenal dengan TAPASO JARWO (Tanam Padi Solok Jajar Legowo). Dan apabila dilaksanakan sesuai petunjuk dapat meningkatkan produksi 10 persen hingga 15 persen.

Hamparan persawahan di Kecamatan Lubuk Sikarah yang berada di Kelurahan Sinapa Piliang, IX Korong, KTK, dan VI Suku dengan luas mencapai 200 hektare yang dikenal dengan Sawah Solok telah digarap menjadi destinasi Agowisata yang indah dengan latar pegunungan nan hijau yang dapat memanjakan mata. Sawah Solok ini merupakan penyumbang produksi padi terbaik di Kota Solok dengan produktivitas di atas 6,5 ton per hektare.

Wakil Walikota Solok, Reinier Ketua DPRD Yutris Can ,Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat Candra, Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Jefrizal, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ikhvan Marosa, Ketua LKAAM Kota Solok H.Rusli Khatib Suleman Kepala OPD terkait, Balai Penelitian Tanaman Hortikultura,BPTP, Balitbu,serta Balai Besar Padi pada Senin (9/3/2020) melaksanakan Penanaman Perdana Padi Sawah Solok dalam rangka persiapan panen raya dan kunjungan peserta Penas Tani XVI ke Kota Solok yang direncanakan bulan Juni 2020.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Candra mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kota Solok yang telah bersedia sebagai salah satu kunjungan peserta Pentas Tani dan nanti para peserta Penas dari seluruh wilayah Indonesia akan melihat padi di Kota Solok juga cara memanennya.

Sementara Wakil Walikota Solok Reinier mengatakan, Pemerintah kota Solok sedang merencanakan untuk membangun embung dan sumur bor yang disiapkan agar dapat nantinya membantu masyarakat tani jika mengalami kekurangan air.

Salah satu varietas padi yang ditanam di Sawah Solok adalah anak daro yang merupakan varietas padi penghasil Beras Solok yang telah dipatenkan berupa sertifikat IG (Indikasi Geografis) dari Kemenkumham, dan saat ini varietas Anak Daro akan terus ditanam di Kota Solok dengan penyediaan benih bersetifikat oleh Kelompok Desa Mandiri Benih (DMB) di Kota Solok.

Diharapkan dengan tanam perdana ini merupakan langkah awal kesuksesan kegiatan Panen Raya pada bulan Juni 2020 nanti. Pemeliharaan pertanamannya perlu menjadi perhatian serius oleh petugas Dinas Pertanian dan Stakeholder terkait agar dapat meningkatkan produktivitas.

Menjelang penebaran benih ikan disepanjang aliran Sawah Solok dilakukan penyerahan hadiah lomba pelaksanaan sistem Jajar Legowo dan teknologi pertanian serta lomba penyuluh inovasi dan penerapan teknologi pertanian tahun 2019.

Untuk peringkat I diraih Kelompok Tani Sarang Alang dari Kelurahan Laing, Juara II Harapan Baru dari Kelurahan Tanjung Paku dan Juara III Serba Usaha dar kelurahan Tanah garam. Untuk Penyuluh Inovator diraih Desi Armiaty dari kelurahan Laing, peringkat II Erlinas Iswari dari Kelurahan Tanjung Paku dan Juara III Melda dari Kelurahan Tanah Garam. (rel)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama