Solok Selatan Masih Butuh 50 Guru Madrasah

Kepala Kantor Kemenag Solsel, H. Syahrul, didampingi Kasubag TU, Syaiful Anwar, menyaksikan penandatanganan oleh Kasi Pendis, Fitriyoni, selaku saksi pengukuhan 33 PNS di lingkungan Kemenag setempat, Rabu (18/3/2020). (humas)

Solsel, MJ News - Sebanyak 33 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Solok Selatan (Solsel), dilantik atau dikukuhkan oleh Kakan Kemenag Solsel, H. Syahrul menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), di aula kantor setempat, Rabu (18/3/2020).

Acara tersebut dihadiri Kasubag TU, Syaiful Anwar, Kasi Pendis Fitriyoni, serta para Kasi, kepala madrasah, dan kepala KUA se-Solsel.

Dikatakan Kasubag TU, Syaiful Anwar didampingi Kasi Pendis, Fitriyoni, yang dilantik itu adalah guru untuk madrasah. Tercatat penempatan untuk MI sebanyak 16 orang, untuk MTs sebanyak 14 orang dan penempatan di MAN sebanyak 3 orang.

Fitriyoni menambahkan, dengan adanya penambahan guru untuk madrasah ini, masih tercatat kekurang yang dialami oleh 15 madrasah yang ada di Solsel.

“Saat ini guru yang ada di madrasah baru 150 orang, dan kita masih membutuhkan 50 orang guru lagi,” katanya.

Meski mengalami kekurangan guru madrasah, Fitriyoni masih optimis untuk dapat mengoptimalkan kegiatan PBM di 15 madrasah yang ada dengan dukungan guru sukarela.

Kakan Kemenag Solsel, Syahrul dalam sambutannya usai mengambil sumpah PNS tersebut, mengatakan, sumpah jabatan itu mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia serta wajib menyelamatkan Pancasila, UUD 1945 dan kesejahteraan rakyat. Makanya, bagi pegawai agar bisa bekerja lebih profesional, dan yang terpenting lagi harus memiliki inovasi dan keteladanan dalam setiap tugas.

Diharapkan, dengan dilantiknya sejumlah PNS baru ini dapat berkontribusi secara signifikan bagi pemerintah dalam melaksanakan kewajiban sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Para PNS yang baru saja diambil sumpahnya diminta untuk taat dan patuh pada aturan dan ketentuan perundang-undangan, serta mampu membangun inovasi untuk kemajuan generasi di madrasah dalam rangka mendukung pembangunan di kabupaten ini,” terang Syahrul. (rel)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama