Wisuda UNP Tanpa Salam, Kuliah dengan Sistem Online

loading...

Rektor saat salam syar’i dengan para lulusan dalam wisuda periode 118. Prosesi wisuda kali ini berbeda dengan sebelumnya, yakni tanpa salam tangan secara langsung. (ist)

PADANG, MJ News - Satu per satu nama wisudawan wisudawati dipanggil untuk maju ke depan podium dalam wisuda periode 118 di Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (14/3/2020).

Rektor Prof. Ganefri, PhD., didampingi ketua program studi (prodi) memindahkan jambul di toga para lulusan. Kemudian tangannya disilangkan di dada sebagai ucapan selamat. Wisudawan yang dipindahkan jambul juga melakukan hal yang sama, sambil menundukkan kepala ke arah rektor. Tindakan yang sama juga dilakukan ketua prodi saat menyerahkan ijazah.

Tak ada jabat tangan. Salam berganti dengan menyilangkan tangan di dada. Salam ini disebutkan salam syar’i. Tak ada sentuhan. Begitulah upaya UNP mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di kampus itu pada prosesi wisuda yang berlangsung hingga Minggu (15/3/2020).

“Tidak bersalaman adalah salah satu antisipasi yang kami lakukan mengantisipasi virus corona, karena kita ketahui penularan virus ini lewat sentuhan,” kata rektor usai prosesi wisuda.

Rektor menilai, seluruh civitas akademika di kampus itu tidak ada yang terpapar virus covid-19. Namun, tak ada yang bisa menduga apa yang akan terjadi. “Sebenarnya prosesi wisuda ini sudah mau ditunda, tapi demi mempertimbangkan perasaan orang tua, kami tetap laksanakan wisuda tanpa bersalaman secara langsung. Alhamdullilah berjalan lancar dan para lulusan juga bisa menerima cara demikian,” tuturnya.

Selain itu, disetiap fakultas maupun gedung rektorat, juga sudah disiapkan cairan pencuci tangan, sehingga setiap orang dapat menggunakannya demi menghindari kemungkinan terjangkit virus covid-19 tersebut.

Hingga Satu Bulan

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 14 Maret 2020, rektor memerintahkan para dosen untuk tidak melaksanakan perkuliahan secara tatap muka demi menghindari berkumpul secara massal. Penggantinya, perkuliahan dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan e-learning yang sudah ada.

“Perkuliahan secara online ini akan dilaksanakan sampai satu bulan ke depan. Nanti kita lihat lagi ke depannya,” kata rektor lagi.

Perkuliahan secara online di UNP sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Namun baru sampai 50 persen dari seluruh perkuliahan.

Surat edaran itu juga melarang para dosen melakukan perjalanan ke luar negeri dan diharapkan menunda perjalanan luar daerah. Untuk kegiatan yang mengumpulkan massa juga akan ditunda dulu, termasuk pelaksanaan konferensi internasional.

“Pada bulan ini saja, ada enam internasional conference yang kita batalkan pelaksanaannya, sedangkan sampai Juli 2020 ini, ada 27 konferensi internasional yang kita tunda pelaksanaannya, demi mengantisipasi virus ini. Secara total hingga akhir tahun ada 32 internasional conference,” ulasnya.

Sementara untuk 70 dosen yang tengah menempuh pendidikan di berbagai dunia, rektor akan mencarikan jalan ke luar buat mereka, sehingga terhindar dari kemungkinan terjangkit virus corona. (*/sgl)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama