19 Hari Menjalani Perawatan di RSAM, Pasien Positif Covid-19 Itu pun Pulang


Ira Tri Dewi, (40) satu dari 18 pasien positif di Sumatera Barat (Sumbar) dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang oleh tim dokter RSAM Bukittinggi. Selama 19 hari dirawat di ruang isolasi, dihabiskannya untuk hal-hal positif. Mulai dari membaca buku, berkomunikasi dengan keluarga, teman kantor dan orang-orang dekat melalui telepon genggam.

mjnews.id - “Alhamdulillah saya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang sama dokter,” katanya membuka percapakan via telepon, Senin (6/4/2020). Saat itu dia sedang membereskan barang-barang pribadi yang dia pakai selama dirawat di ruang isolasi. Dia rindu rumah, anak dan keluarga besar. Ia adalah pasien positif pertama sembuh di Sumbar.

Selama dirawat, Ira selalu mendapat dukungan dari keluarga, teman kantor dan teman sekolah, anggota DPRD Tanah Datar dan relasi lainnya. Kondisi itu menguatkan dia untuk sembuh. Ditambah dengan keinginan diri sendiri yang harus sembuh.

Ibu satu anak itu diketahui terjangkit virus Covid-19, sekembali dari dinas di Jakarta. Selama di ibukota tak ada gejala yang dirasakan. Malah ketika suhu badannya diukur saat masuk perkantoran dan hotel, normal 35 derajat celsius.

Ira, begitu dia disapa pulang tanpa beban. Namun di hari ketiga sepulang dari Jakarta dia mengalami demam, batuk-batuk dan sakit kepala luar biasa. Lalu dia berobat ke salah satu klinik di Batusangkar.

Dari klinik tersebut ia dirujuk ke rumah sakit di Batusangkar, seterusnya tim dokter setempat merujuk ke RSAM Bukittinggi.

Gelisah dan cemas bergelayut di benaknya. Dari sana dia berpikir, kalau dirinya telah terjangkit virus Covid-19. Hasil tes swab keluar. Ira resmi dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19.

Di tengah kepanikan itu dia berusaha melawannya. Dukungan keluarga besar, teman dan relasi lainnya membuat dia lebih kuat.

Di ruang isolasi dia sempat mendapat alat bantu pernapasan. Sebab batuk yang tak henti-henti membuat dia sulit bernapas. Tiga hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi, Ira menunjukkan perkembangan semakin baik. Hanya batuknya yang masih ada.

Selama di ruang isolasi, Ira mengkonsumsi antibiotik, vitamin dan sejumlah obat lainnya. Dia pun diperbolehkan keluar ruang isolasi untuk berjemur guna mendapatkan vitamin D dari panasnya matahari pagi.

“Selama dirawat hanya tubuh saya saja yang ada di dalam. Tapi saya tetap bisa melihat dunia luar dari HP. Untung kami diperbolehkan menggunakan HP,” ceritanya.

Selain berkomunikasi dengan orang-orang dekat melalui HP, Ira selama diisolasi juga melahap sejumlah buku yang sudah dipersiapkannya dari rumah.

“Ada banyak hikmah yang saya dapat selama berstatus sebagai pasien positif Covid-19. Pertama saya ke depan akan lebih memperhatikan diri. Mulai dari makanan yang bergizi dan berimbang, istirahat yang cukup serta menjalani pola hidup sehat lainnya,” ujar staf sekretariat DPRD Tanah Datar itu.

Hikmah lainnya yang bisa diambil Ira, dia bisa lebih dekat dengan Allah, sebab selama ini selalu sibuk dengan urusan dunia hingga ibadah sering lalai begitu pun dengan keluarga.

Pada kesempatan itu dia berpesan, agar masyarakat tidak terlalu stres menghadapi wabah Covid-19. Hal yang perlu dilakukan masyarakat adalah dengan meningkatkan imun tubuh. Kuatnya imun tubuh akan menghindari seseorang terjangkit dari virus corona, selain menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

“Harapan saya pada masyarakat, dengan adanya kasus positif Covid-19, dapat membuka mata hati semua orang. Penyakit itu bisa sembuh dengan menghilangkan stres dalam diri dan meningkatkan imun tubuh tadi,” sebutnya.

Sosial distancing diperlukan tapi harapannya masyarakat jangan sampai salah kaprah, dengan mengucilkan pasien suspect apalagi pasien positif. Jika kondisinya seperti itu akan memperburuk kondisi psikologis pasien, harusnya mereka mendapat dukungan dari semua orang untuk sembuh dari virus menular itu.

“Untuk pasien positif, kita juga tidak boleh berkecil hati, ketika ada orang yang menjaga jarak. Sebab itu memang harus dilakukan, agar tidak menjangkiti orang lain.

Tim medis

Selama dirawat di ruang isolasi, petugas kesehatan mulai dari dokter, perawat dan petugas lainnya begitu semangat membantu Ira dan pasien lainnya untuk sembuh. Mereka tidak pernah membatasi komunikasi dengan para pasiennya. Kondisi ini membuat para pasien termotivasi untuk segera sembuh.

“Saya sungguh sangat terkesan dan sangat berterima kasih dengan seluruh petugas di RSAM Bukittinggi. Mereka betul-betul memperhatikan kami pasien nya,” beber Ira.

Setiap kali memeriksa pasien bisa 1 sampai 1,5 jam di ruangan dan menggunakan APD. Mereka kepanasan. Itu terlihat dari kacamata yang mereka pakai. Kacamata itu terlihat berembun karena keringat bercucuran. Tapi petugas itu tetap semangat. Mereka juga rela meninggalkan keluarga untuk pasiennya.

Ira berpesan pada pemerintah, petugas kesehatan itu harus terus diperhatikan. Jangan sampai ketika setiap pasien yang datang pulang silih berganti, petugas itu sekuat tenaga merawat setiap pasiennya. Namun ketika keamanan petugas itu tidak lagi terperhatikan dengan baik, lalu siapa lagi yang akan merawat setiap pasien yang masuk.

Sementara, setelah keluar dari rumah sakit, Ira akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Kemudian dia akan menjalani rutinitasnya sebagai staf sekretariat DPRD Tanah Datar. (yuke/wartawan muda)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama