Diduga Diseret Arus Sungai, Warga Sariak Alahan Belum Ditemukan

loading...


mjnews.id - M. Zen (46), warga Jorong Sianggai-anggai, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat sudah seminggu hilang, hingga sekarang, Jumat (17/4/2020) belum ditemukan.

Ia meninggalkan rumah sejak Jumat (10/4/2020) lalu untuk pergi ke Batang Sibalin yang tidak jauh dari rumahnya.

“Hingga sekarang belum ada titik terang keberadaan M. Zen,” jelas Walinagari Sariak Alahan Tigo, Baharuddin, Jumat (17/4/2020) di Sariak Alahan Tigo.

Dugaan sementara, jelas Baharuddin, M. Zen terseret arus sungai Batang Sibalin. Karena ia izin pergi ke sungai tersebut. Namun hingga sore harinya tidak kembali. Pada Sabtu (11/4/2020) baru keluarganya melapor ke Jorong dan Pemerintahan Nagari.

“Kita langsung meneruskan laporan ke Camat Hiliran Gumanti dan BDPB Kabupaten Solok,” jelas Baharuddin.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Basarnas dan masyarakat, ujar Camat Hiliran Gumanti, Romi Hendrawan sudah berusaha mencari korban dengan menyusuri aliran Batang Sibalin ini. Namun, sudah seminggu pencarian dilakukan, M. Zen belum ditemukan keberadaannya.

“Hingga hari ini, Tim BPBD dan Basarnas dibantu masyarakat masih melakukan pencarian,” ujar Camat Hiliran Gimanti, Romi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Armen AP yang dikonfirmasi masalah ini, mengakui jika pihaknya menurunkan TRC ke lokasi kejadian. Pencarian dilakukan sudah jauh dari lokasi biasa M. Zen beraktivitas di sungai tersebut.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih di lapangan, belum ada laporan penerimaan korban,” ujar Armen AP.

Sejak menerima laporan, jelas Armen AP, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan menurunkan tim. Hingga sekarang, belum ada kemajuan. M. Zen belum ditemukan. Mudah-mudahan korban segera ditemukan.

Peristiwa hilangnya warga Sarian Alahan Tigo menjadi yang kedua dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, Pui, warga Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok juga hilang terseret arus Sungai Barameh Batang Gumanti, Sungai Abu, Sabtu (8/2/2020). Pencarian sempat dihentikan, namun akhirnya Pui ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan sudah meninggal. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama