Perumda Air Minum Padang Gratiskan Tagihan Tiga Bulan

loading...

Direktur Utama Perumda Air Minum Padang, Hendra Pebrizal bersama Direktur Umum, Afrizal Kuning memberikan keterangan terkait pembebasan rekening air, Kamis (9/4/2020). (humas)

mjnews.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Padang, Sumatera Barat gratis air bagi pelanggan selama tiga bulan. Pemberian air gratis ini merespon dampak wabah corona yang menyebabkan kesulitan ekonomi bagi sebagian warga.

“Sebenarnya ini sudah lama kita pertimbangkan. Sejak wabah ini mulai mengganggu perekonomian warga. Akhirnya sekarang dapat kita wujudkan seiring dengan izin dari pemerintah kota untuk menjalankan rencana ini,” sebut Direktur Utama Perumda Air Minum, Hendra Pebrizal, Kamis, (9/4/2020).

Dikatakannya, pemberian rekening gratis itu memang tidak untuk semua golongan pelanggan. Karena perusahaan tersebut juga harus mempertimbangkan pemasukan. Karena, dengan wabah tersebut, PDAM juga menjadi badan usaha yang terdampak.

“Memang tidak semuanya yang kita gratiskan. Kalau semuanya, jelas akan berpengaruh pada neraca keuangan kita. Ini hanya untuk membantu warga yang ekonominya benar-benar terganggu wabah ini,” sebutnya.

Penggratisan untuk rekening April-Mei-Juni 2020, yang pembayarannya pada bulan Mei hingga Juli 20- 20.

Penggratisan air minum ini diperuntukkan bagi masyarakat kategori kelompok sosial A dan sosial B. Kelompok sosial ini adalah, rumah ibadah, fasilitas umum dan yayasan-yayasan sosial dan panti sosial. Sementara yayasan yang profit, seperti perguruan tinggi tidak termasuk gratis.

Kemudian golongan rumah tangga A dan rumah tangga B. Golongan rumah tangga ini, adalah sesuai dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditetapkan Perumda Air Minum sejak awal pemasangan sambungan. Jika ditotal, dengan jumlah sebanyak 3.550 pelanggan di Padang.

“Kita memang tidak merinci klaster penerima berdasarkan pendapatan, usahanya atau kondisi rumahnya. Namun kita punya kriteria sesuai yang terdaftar di PDAM, salah satunya untuk golongan sosial A itu, memiliki rumah tipe 36,” sebutnya.

Dengan menggratiskan air tersebut, Perumda Air Minum diperkirakan mengalami kekurangan pe masukan yang cukup besar. Jika dikalkulasikan dari 3.550 rekening itu pemasukan Perumda Air Minum hilang mencapai Rp1 miliar.

“Jika dihitung ada Rp1 miliar. Hal ini dikarenakan, masyarakat golongan rendah pelanggan Perumda Air Minum pasti terdampak dari mewabahnya virus corona ini. Kita berharap, dengan pemberian subsidi ini mereka terbantu untuk tidak memikirkan tagihan rekening air,” sebutnya.

Meski membebaskan untuk pelanggan rumah tangga A dan B. Perumda Air Minum dalam hal ini tidak memasukan rumah di asrama aparatur pemerintah sebagai penerima air gratis.
“Ini tidak berlaku bagi asrama Polisi dan TNI,” pungkasnya. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama