Suami-Istri Ditemukan Tewas di Kayu Tanam, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Kapolsek Sicincin, Iptu Agusma Hendri
Kapolsek Sicincin, Iptu Agusma Hendri.

mjnews.id - Polisi belum menyimpulkan penyebab meninggalnya suami-Isteri, K (35) dan FY (27) di kontrakannya di Korong Pasa Tangah, Nagari Kayutanam, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (15/4/2020).

Pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. Bahkan hingga kemarin jenazah keduanya masih berada di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang itu.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau bagaimana, karena hasil outopsi RS Bayangkara Padang belum keluar. Jasad keduanya masih di RS tersebut,” kata Kapolsek Sicincin, Iptu Agusma Hendri.

Meskipun demikian, pihaknya telah melakukan olah TKP bersama tim dari Polres Pariaman. Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan.

K dan istrinya FY ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di rumah kontrakannya di Korong Pasa Tangah, Nagari Kayutanam sekira pukul 16.00 WIB. Jasad K ditemukan tergantung dan FY tertelentang di kamar tidur.

Kejadian ini pertama kali diketahui Rian, seorang petugas koperasi keliling. Kedatangannya ke tempat korban bermaksud meminta uang julo-julo. Setiba Rian di kedai korban, langsung mengetuk pintu kedainya, namun tidak ada sahutan dari dalam.

Selanjutnya Rian meminta Lidia Meidia (53), warga setempat menemaninya ke rumah korban. Dari luar, ia melihat K tergantung dengan seutas tali nilon. Informasi ini diberitahukan kepada warga lain Febri Mulyadi (31) dan Yesika (41). Febri kemudian langsung mendobrak pintu kedai korban dan menurunkan K yang tergantung. Sementara Yesika sempat mencari keberadaan FY. Setelah ditelusuri, FY ditemukan sudah tergeletak di kamarnya.

Menurut keterangan Yesika yang tinggal di belakang kedai korban, sekira pukul 14.00 WIB, ia mendengar suara gaduh di kedai tersebut. Yesika langsung menayakan kepada K. Saat itu K menjawab istrinya sedang mengigau.

Tidak berapa kemudian terdengar lagi suara teriakan. Yesika kembali mendatangi, jawaban dari K, istri sedang tidur.

Masyarakat sekitar kemudian menghubungi pihak Polsek Sicincin. Begitu mendapatkan laporan anggota Polsek langsung menuju TKP dan memasang police line di kedai korban.

Pasangan itu berasal dari Pulau Jawa dan sehari-hari berdagang pecel lele di lokasi tersebut. (*/eds)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama