Revilitasi Pasar Tradisional Mutlak Dilakukan

Eka Putra.


Liputankini.com -Wakil Bendah ara Umum Partai Demokrat, Eka Putra menjaring aspirasi masyarakat Sijunjung. Dia juga bertemu dengan pedagang, baru-baru ini. Caleg nomor urut dua dari Partai Demokrat di Dapil Sumbar I itu dicurhati banyak hal oleh pedagang.


Pedagang menginginkan pasar yang lebih representatif. Dengan kondisi pasar yang bagus, maka warga akan banyak berkunjung, sehingga penjualan meningkat.  Pedagang ingin pasar tradisional menjadi perhatian serius oleh pemerintah di masa datang. “Pasar yang bagus akan membuat ekonomi semakin tumbuh,” kata Mar, pedagang di Sijunjung.


Selain itu, pedagang ingin menginginkan perkuatan modal. Mereka ingin akses ke perbankan dan dipermudah untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR). Dengan perkuatan modal, pedagang bisa memperbesar usaha.


Eka Putra menyebut, aspirasi yang diberikan masyarakat merupakan pertanda hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan Partai Demokrat. Wajar pula masyarakat menumpahkan banyak keinginan. Masyarakat ingin pemerintah berpihak kepada mereka.


Dikatakan Eka Putra, aspirasi rakyat sejalan dengan keinginan Partai Demokrat. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Partai Demokrat tak ingin rakyat susah.


Dijelaskan Eka Putra, bila kelak dirinya dipercaya masyarakat dan duduk di parlemen, dia akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Barat, terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan.


Sebagai caleg yang memiliki latar belakang pengusaha, Eka tahu persis arti pentingnya akes modal dan perbankan bagi masyarakat. “Kita akan dorong KUR lebih besar bagi pedagang kecil,” katanya.


Selain itu, kata Eka, pasar tradisional memang harus dibuat lebih layak. Pesar harus dijauhkan dari kesan becek, kebanjiran, berbau dan sebagainya. “Kalau perlu pasar tradisional menjadi destinasi wisata,” kata dia.


Menurut Eka Putra, masyarakat Sumatera Barat memiliki keuletan dalam berusaha. Tidak hanya di kampung halaman, di perantauan juga banyak pedagang urang awak yang sukses jadi pedagang. “Jiwa dagang itu merupakan potensi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, sekaligus menciptakan kesempatan kerja serta memunculkan wirausahawan baru dari kalangan milenial,” katanya.


Dikatakan Eka, revitalisasi pasar memerlukan dana besar. Peningkatan KUR bagi pedagang juga merupakan kebijakan pusat. DIperlukan kekuatan lobi dan perjuangan tak kenal lelah ke kementerian terkait. “Bila memang dipercaya, saya akan kerahkan segala kekuatan agar dana pusat banyak mengalir ke Sumbar,” katanya.


Eka ingin pasar nagari nantinya memiliki tampilan modern. Pasar merupakan simbol ekonomi masyarakat. Bila pasar ramai, itu pertanda ekonomi berputar. Pasar tradisional tak cuma pusat jual beli, khusus di Sumbar, pasar juga menjadi tempat interaksi sosial. Di pasar orang berkumpul dan bertukar pikiran di sela-sela menjalankan aktivitas dagang.


Dijelaskan Eka, revitalisasi tradisonal mutlak dilakukan. Guna mewujudkannya, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, kabupaten dan kota. Diperlukan keberpihakan bagi pedagang. “Mari bersama kita perjuangkan nasib rakyat. Kita bangun kekuatan ekonomi rakyat di pasar tradisional,” kata Eka yang merupakan putra Tanah Datar itu. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama