Ini Dia, Plh Gubernur Sumbar Itu

loading...


 Alwis




Liputankini.com
-Birokrat senior di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Alwis akan jadi pelaksana harian gubernur. Tepat Jumat (12/2/2021), Alwis akan memimpin sementara menjalankan roda pemerintahan.


Alwis merupakan sosok yang dekat dengan banyak orang. Dia dilantik jadi Sekdaprov oleh Gubernur Irwan Prayitno 2 Oktober 2020.


Dalam pandangan Irwan, Alwis merupakan pribadi yang mampu menjalin pertemanan dengan siapapun. Alwis mampu menempatkan diri dalam kondisi apapun.


Alwis merupakan pamong senior alumni APDN Bukittinggi. Alwis, lahir di Jakarta, pada 3 Maret 1961. Setelah menamatkan pendidikan dasar di SD Angkasa Tabing, dia melanjutkan SLTP di SMP 13 Padang (dahulu bernama SMPN. Tabing) dan alumni  SMA PGRI I Padang.


Lulus SMA, Alwis menjadi porter di Bandara Tabing sambil  mencoba mengadu nasib untuk melanjutkan pendidikan ke APDN Bukittinggi. Dia menamatkan APDN pada 1985.


Tamat dari APDN Bukittinggi, Alwis bertugas sebagai PNS di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, sekarang Kabupaten Sijunjung. Alwis memulai karier sebagai Camat IV Nagari dan pernah menjadi Kepala Desa Pantai Cermin di kabupaten itu. Dulu, dikenal dengan nama pemerintah daerah tingkat dua. 


Pada l987, Alwis melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta  dan tamat 1990. Setelah lulus dari IIP, dia tidak kembali lagi ke Sawahlunto/ Sijunjung, tetapi mengawali karier sebagai protokoler di kantor gubernur.


Karirnya melejit dengan menduduki Kasubag Pengadaan Barang pada Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan  Basril Taher. Kemudian Basril Taher dimutasi menjadi Kepala Biro Pembangunan Daerah (dahulu Biro Bangda ), Alwis pun pindah tugas dengan menduduki jabatan sebagai Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Biro Pembangunan Daerah.


Kemudian, Alwis mengawali karier sebagai seorang ajudan Gubernur Hasan Basri Durin. “Almarhum Pak Hasan Basri Durin, sangat mewarnai hidup kami sekeluarga, ketika beliau menjadi Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional, saya ditarik menjadi sespri beliau di Jakarta, sampai habisnya kabinet di masa Presiden BJ. Habibie,” kata dia.


Sehabis masa kabinet reformasi, Alwis diberikan sejumlah pilihan, menetap di Jakarta atau kembali ke Padang. Pada 1999, Alwis, memulai karier  di lingkungan Pemerintah Kota Padang, pernah bertugas di Bappeda semasa kepemimpinan Walikota Zuiyen Rais. Kemudian, menjadi Kepala Bagian Umum semasa kepemimpinan Walikota Fauzi Bahar.


Lalu, karirnya melaju, setelah pada 2007 ditarik Menjadi Kepala Kantor Perwakilan Sumbar di Jakarta dan 2008 kembali ditarik ke Padang sebagai Kepala Biro Umum di masa kepemimpinan  Gamawan Fauzi dan Irwan Prayitno.


Mulai Jumat, Alwis jadi pelaksana harian gubernur Sumbar. (ed)





 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama