Impor Beras Jelang Panen Raya, Rugikan Petani


Berkat Laoli



LIPUTANKINI.COM-Menteri Perdagangan mewacanakan impor beras satu juta ton. Kebijakan itu dinilai akan merugikan petani karena akan panen raya. Jika impor dilakukan, tidak tepat momentumnya. Saat beras melimpah, mengapa stok harus didatangkan dari luar negeri.


Anggota DPRD Sumatera Utara, Berkat Laoli mengatakan, petani takut dengan rencana menteri itu. Petani takut harga gabah akan anjlok karena beras banyak di pasaran.


"Saya secara pribadi menilai  impor beras di masa panen raya tidak tepat karena merugikan masyarakat petani, " ungkap melalui Wathsapp, Jumat (26/3/2020).


Berkat Laoli mengaku, ketika reses, masyarakat sangat keberatan atas wacana pemerintah untuk melakukan impor beras jelang panen raya.


"Meski tujuan impor yang dilakukannya pemerintah untuk mencukupi ketersediaan beras pada hari besar keagamaan. Namun, tidak masuk akal karena melalui pemetaan yang dilakukan melalui Kementerian Pertanian statistik ketersediaan sudah cukup dan dianggap aman, " ungkapnya.


Berkat Laoli  berharap kepada pemerintah dengan adanya penolakan dari berbagai pihak dan biar menjadi acuan untuk membatalkan impor jelang panen raya di Indonesia. (Yamoni)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama