TMMD ke-110 Kodim Nias, Pemdes Gawu-Gawu Bouso Memberi Apresiasi

 

Personel TNI dan warga membuka badan jalan



LIPUTANKINI.COM-Pemerintah desa sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan TMMD ke-110 Kodim 0213/Nias yang membuka badan jalan baru di Desa Loloanaa Lolomoyo, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli. 


Kepala Desa Gawu-Gawu Bouso, Otoni Zega memberi apresiasi bersama aparat desa dengan menyambut baik TMMD tersebut. Ia juga juga berterimakasih kepada Dandim 0213/Nias, Walikota dan DPRD Gunungsitoli yang sudah memberikan kontribusi penuh dari aspirasi masyarakat melalui kegiatan TMMD.


"Ini sangat berdampak kepada masyarakat dalam percepatan peningkatan ekonomi dan pendidikan, " ucap Kades Gawu-Gawu Bouso, Minggu (21/3/21).


Kades menambahkan, setelah kegiatan pembukaan badan jalan melalui TMMD, perlu ada peningkatan jalan kedepan sehingga lebih bermanfaat kepada masyarakat pelintas. 


"Kami harapkan sangat perlu ada peningkatan. Jalan ini menjadi akses bagi pelintas antar tiga desa (Desa Gawu-Gawu Bouso,  Nikootano Dao dan Loloanaa Lolomoyo) serta masyarakat lainnya," kata dia.


Dandim Letkol Inf TP. Loluan Simbolon selaku Dansatgas menjelaskan, kegiatan TMMD meliputi sasaran fisik maupun sasaran non fisik yang dilaksanakan di Desa Loloana’a Lolomoyo, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli.


Kegiatan sasaran fisik dan non fisik program TMMD ke 110/2021 meliputi, pembukaan badan jalan dari Desa Loloana’a Lolomoyo menuju Dusun III Desa Gawu-Gawu Bouso dan dari Desa Loloana’a Lolomoyo menuju Dusun I Desa Niko’o Tano Dao Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, adapun panjang 6.000 meter dan lebar delapan meter, penggalian parit kanan dan kiri jalan sepanjang 12.000 meter,  lebar satu meter, dan tinggi satu meter serta pengecatan gereja tiga Unit di masing-masing desa lokasi sasaran TMMD.


"Sasaran non fisik yang merupakan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19,  penyakit tidak menular, stunting, posyandu dan posbindu PTM, KB kesehatan, hukum, narkoba dan kamtibmas, wawasan kebangsaan, bahaya kebakaran hutan, ketahanan pangan dan penyuluhan sosial atau kemanusiaan," pungkas Dandim. (Yamoni)






 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama