Tol Padang-Pekanbaru Jalan Terus




Liputankini.com-Pembangunan ruas tol Padang-Pekanbaru jalan terus. Tak ada cerita batal. Kementerian PUPR menegaskan, tidak ada arahan untuk penghentian pekerjaan.


Pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah jalan tol Padang-Pekanbaru Seksi Kapalo Hilalang-Sicincin -Lubuak Alung - Padang (STA 4 + 200 - 36 + 600) dilakukan di kantor Bupati Padang Pariaman, Jumat (5/3/2021).


PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru Seksi I Siska Martha Sari, mengatakan tidak ada pembatalan dalam pembangunan tol Padang-Pekanbaru. Ini program nasional. Bahkan pengadaan tanah untuk pembebasan lahan Seksi I di daerah Kasang, Lubuk Alung, Parit Malintang, Sicincin dan terakhir di Kapalo Hilalang di kawasan Kabupaten Padang Pariaman sudah berjalan.


Siska Martha Sari menegaskan, dari pihak Kementerian PUPR masih tetap melanjutkan progres pengadaan tanah untuk pembangunan tol Padang-Pekanbaru.


"Bahkan masyarakat  sepakat pengantian lahan yang terkena pembangunan jalan tol, yang dulu sempat terkendala dalam hal pengantian lahan," ungkapnya.


Hal ini dipertegas lagi Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR. Tidak ada penghentian pekerjaan. Pekerjaan konstruksi akan tetap jalan mengikuti progres lahan yang dibebaskan. 


Sebenarnya, kata Siska, banyak keuntungan yang didapat masyarakat dari banyaknya item penilaian pengadaan tanah. Di samping nilai pasar tanah yang paling menentukan, juga dinilai solatium ditambah lagi nilai premium.


Tim apraisal juga memperhatikan nilai tanah secara detail berdasarkan banyak faktor ini. Sebagai contoh, tanah yang berada di pinggir jalan lebih mahal daripada di pedalaman. Tanah matang dan tidak matang juga berbeda harganya. 


Tanah yang memiliki sertifikat lebih mahal dibandingkan tanah yang belum memiliki sertifikat. Penilaian nilai ganti kerugian tanah dilaksanakan oleh appraisal sebagai konsultan independen.


"Selama ini masyarakat hanya mengira harga tanah diukur berdasarkan NJOP, padahal itu tidak betul, NJOP hanya sebagai salah satu item dalam penilaian tim Appraisal. Yang paling menentukan adalah nilai pasar tanah. Banyak faktor penilaian lain juga," jelasnya.


Ia menyampaikan, pembebasan lahan Seksi I berupaya membebaskan lahan masyarakat, supaya pekerjaan kontruksi dapat segera dilaksanakan. Total panjang ruas jalan yang dibebaskan dari 0 hingga 36 kilometer secara luas sudah mencapai 20.4 persen dan secara proses pengadaan tanah tahap per tahap kegiatan sudah berjalan 56-57 persen.


Terkait anggaran pembebasan lahan, Siska mengatakan masih mencukupi. Namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah apabila dibutuhkan.  "Kita sudah menganggarkan Rp200 miliar untuk pembebasan lahan jalan tol ini. Yang sudah direalisasikan sampai bulan ini sekitar Rp90 miliar, jadi masih tersisa Rp110 miliar lagi," sebutnya.


Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan dari Kanwi BPN Sumbar, Yuhendri Yakub menyampaikan terhadap semua tahapan yang sudah dilaksanakan berjalan dengan baik."Baik progres sampai pengantian lahan sudah berjalan lancar," ungkap Yuhendri.


Dalam pengantian lahan memang terkesan lambat dikarena pengurusan dokumen kepemilikan dari masyarakat terlambat diserahkan ke pihak BPN. Tetapi pihaknya tetap memberi dorongan, agar percepatan pengurusan dokumen bisa segera terlaksana.


"Sampai saat ini, kita tetap melakukan pengantian lahan masyarakat yang terkena pembangunan tol," tuturnya. (*/aa)







 


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama