Guys, Permainan Tradisional Jangan Dilupakan

 

Anak-anak dikenalkan dengan permainan tradisional. (kominfo)


PADANG PANJANG-Sebagai program penutup kepengurusan Karang Taruna GMG, Kelurahan Ganting yang berakhir pada Juni, mereka menggelar olimpiade permainan anak tradisional. Permainan tradisional jangan dilupakan, Guys!

Guys, jangan sibuk dengan HP ke HP saja serta game online. Warisi permainan yang diwariskan generasi terdahulu. 

Permainan tradisional yang dilombakan antara lain permainan cak guricak, pacu gendong kudo, congklak, golong-golong dan permainan kambing serigala. Selain pertandingan, juga diadakan demo permainan tradisional bersama panitia, anak, dan masyarakat. Mereka mendemokan berbagai permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan dan nyaris terlupakan. 

“Kegiatan juga diisi dengan kegiatan mendongeng oleh pendongeng Sumbar, Niki Martoyo. Story telling oleh Nadhifa Utami. Ini merupakan pengalaman baru bagi adik-adik di Ganting. Mereka sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia,” sebut koordinator acara, Fauziah Husna, Selasa (1/6/2021).

Olimpiade yang digelar pada 29 Mei lalu, tambah penanggung jawab kegiatan, Richa Rahmatika untuk membudayakan kembali permainan rakyat kepada para anak-anak. “Permainan rakyat ini mulai dilupakan bahkan jarang dimainkan anak-anak zaman sekarang. Kami generasi muda perlu memperkenalkan kembali permainan rakyat ini,” ujar Richa yang dikutip dari Kominfo.

Ketua Karang Taruna, Mulia Mitra Hadi berharap kegiatan ini bisa menjadi awal untuk menggelar kegiatan serupa yang lebih besar dan  dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di Padang Panjang. 

Selain diisi dengan berbagai macam permainan tradisional, kegiatan ini dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian. Di antaranya tari-tarian, teater, pantomim, prosesi manyerakan bareh kunyik, pasambahan adat manangahan carano, pembacaan puisi, pencak silat, dan pertunjukan drama surau, lapau dan rantau serta pertunjukan seni budaya lainnya. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama