Membatik tak Gampang, Ilmu Jangan Disia-siakan


Ketua Dekranasda Padang Panjang tutup pelatihan. (kominfo)



PADANG PANJANG
-Pendidikan dan latihan 3 in 1 batik tulis angkatan XIV ditutup Ketua Dekranasda Padang Panjang, Dian Puspita Fadly Amran, Jumat (25/6/2021) di aula pondok disain Senja Kenangan, Kelurahan Bukit Surungan.


Pelatihan tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah kota dengan Badan Diklat Industri (BDI) Kementerian Perindustrian yang diikuti 60 peserta yang dipilih dari perwakilan setiap kelurahan.

Kepala BDI Surya Agusman, menyampaikan, diklat ini dilaksanakan untuk membuka lapangan usaha mandiri bagi peserta. "Diklat kami berikan kepada peserta berupa pelatihan, uji kompetensi dan penempatan. Sehingga usai diklat ini, para peserta tidak dilepas begitu saja. Mereka telah dibekali dengan ilmu yang mampu menghasilkan nantinya," kata Surya yang dikutip dari Kominfo.

Dian menyampaikan, tidak mudah untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti ini. “Mulai dari awal diajarkan bagaimana cara membatik, teknik yang bagus bagaimana, teori-teori yang ada tentunya sudah dipelajari selama pelatihan. Jangan sia-siakan ilmu ini. Perdalam dan tambah keahlian serta ilmu kita lagi. Jangan sampai setelah pelatihan usai, kita tidak melanjutkan lagi. Ini akan sia-sia nantinya," kata Dian.

Ditambahkannya, membatik tidak gampang. Batik merupakan ciri khas dan jati diri bangsa Indonesia. “Mari sama-sama kita lestarikan dan bangkitkan kembali kerajinan batik ini,” ajaknya.

Walaupun dalam masa pandemi, tambah Dian lagi, semua peserta diharapkan banyak menghasilkan ide-ide yang menarik. “Seperti membuat masker dari batik. Ini akan laku di pasaran pastinya,” sebutnya. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama