Bangun Galeri di Sungai Sirah, Program Kotaku Geliatkan UMKM

 Walikota Pariaman Genius Umar, didampingi unsur terkait, meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan galeri UMKM, kegiatan PPMK Program ‘Kotaku’ di Desa Sungai Sirah, Pariaman Timur, Senin (5/7). (ist)


PARIAMAN-Selain menata sektor pariwisata, Kota Pariaman pun tak kalah dengan potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)-nya. 

Kini, melalui kegiatan peningkatan penghidupan masyarakat berbasis komunitas (PPMK), Program Tanpa Kumuh (Kotaku), bersama-sama pemerintah setempat dan masyarakatnya, berupaya terus untuk menggeliatkan sektor tersebut.

“Ya, Desa Sungai Sirah, Pariaman Timur, memang cukup potensial dan lokasi yang strategis sebagai wadah memperkenalkan dan pengembangan minat serta daya jual hasil produk unggulan lokal yang diinisiasi oleh UMKM,” ujar Walikota Pariaman, Genius Umar, saat peletakkan batu pertama pembangunan galeri kegiatan PPMK di desa setempat, Senin (05/07/2021).

Dikatakan Wako Genius, bila selama ini ada kendala dalam pemasaran, seperti hasil sulaman dan lain-lain, misalnya, namun dengan telah dibangunnya galeri ini, kontan dapat menjadi media promosi seluruh produk kerajinan khas daerah kita, dan harapan jangka panjangnya dapat mengangkat perekonomian masyarakat tentunya.

“Untuk itu, kepada pengurus dan pengelola galeri yang telah dibangun bersama melalui program ‘Kotaku’ ini, agar dapat bersinergi dengan berbagai pihak. Terutama dengan dinas terkait agar dapat memantau dan memberikan binaan untuk pengembangan dan keberlanjutannya,” harap Wako Genius.

Dia menyebutkan, ini adalah asset yang cukup besar dipercayakan pengelolaannya kepada masyarakat melalui pemerintahan desa. Makanya, agar dapat dioptimalkan sehingga masyarakat benar-benar terbantu/terfasilitasi dalam pengembangan usaha dan membuka peluang-peluang kerjasama dengan investor yang bergerak di bidang perdagangan hasil sulaman khususnya.

“Kita yang berada di Kota Pariaman, mari jaga semangat kebersamaan dan kepedulian kita untuk terwujudnya Kota Pariaman yang indah dan ramah, sehingga menarik wisatawan nantinya untuk berkunjung dan membeli kerajinan tangan kota kita, selepas wabah Covid-19 mereda di wilayah kita,” beber Genius Umar.

Wako pun berharap agar galeri yang dibangun di Desa Sungai Sirah tersebut agar selalu melakukan kerjasama dan menjadi perpanjangan tangan dari BDC Angso Duo. Hal ini, agar terciptanya kolaborasi yang apik dalam meningkatkan produk unggulan Kota Pariaman ke depan.

“Yang jelas, melalui semangat ‘Pariaman bisa’ dan ‘Pariaman berkomitmen’ memberikan penghidupan yang layak bagi warganya, maka bersama program yang ada terkhususnya Program Kota Tanpa Kumuh ini, ayo bersama-sama kita sadari masih banyak yang mesti dibenahi. Dengan APBD yang terbatas, mari  kita kolaborasikan dengan pendanaan/program yang ada di provinsi dan pusat, akan halnya seperti kegiatan ini,” terang Walikota Genius.

Sementara, Tenaga Ahli Program Monitoring (Promon), Perwakilan OC 2 Sumbar, Roby Batubara, menyebutkan, pembangunan galeri Desa Sungai Sirah ini menelan dana Rp1 miliar. Ini bertujuan untuk meningkatkan geliat UMKM di daerah setempat dan sekitarnya serta sebagai wadah/tempat untuk mempromosikan hasil kerajinan masyarakat. “Dengan itu pula diharapkan  agar terbuka peluang pemasaran produk unggulan lokal Kota Pariaman pada umumnya dan Desa Sungai Sirah sekitarnya pada khususnya,” sebutnya.

Roby, bersama Korkot Pariaman Hendri Gunawan, mengatakan, percepatan dan perkembangan Kota Pariaman tidak lepas dari peran bersama. Adapun peran paling penting, kontan berada di tangan masyarakat bersama tokoh-tokoh yang ada. Bersinergi dengan pemerintah kota, terutama dalam mengangkat perekonomian melalui produk kerajinan lokal yang ada tentunya.

Pada kesempatan tersebut hadir unsur terkait Program Kotaku, camat, kades, BKM dan KSM, tokoh masyarakat dan pihak berkompeten lainnya.

Seperti diketahui, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di perkotaan dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Program Kotaku dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, masyarakat dan stakeholder lainnya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota sebagai pelaku utama (nakhoda). (naldi)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama