Olimpiade Tokyo Termahal Sepanjang Sejarah




JAKARTA-Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung sampai 8 Agustus 2021 disebut-sebut sebagai ajang olimpiade termahal dalam sejarah. Pembengkakan operasional terjadi karena ajang kompetisi olahraga paling bergengsi itu sempat ditunda akibat pandemi Covid-19.


"Inilah Olimpiade Musim Panas termahal di muka Bumi. Pembengkakan biaya (Olimpiade) Tokyo sudah melebihi 200 persen," kata Universitas Oxford dikutip dari AP News.

Penyelenggara sempat mengatakan Olimpiade Tokyo 2020 akan menelan biaya US$ 15,4 miliar atau setara Rp 223,3 triliun (kurs Rp 14.499/US$) untuk dipentaskan. Ini naik dari US$ 12,6 miliar dalam anggaran tahun lalu. Tambahan US$ 2,8 miliar adalah biaya penundaan satu tahun.

"Pengeluaran berasal dari negosiasi ulang kontrak dan langkah-langkah untuk memerangi pandemi Covid-19," kata CEO Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Toshiro Muto dikutip AFP News yang diwartakan detikcom.

Muto menjelaskan Pemerintah Jepang bertanggung jawab atas semua biaya kecuali US$ 6,7 miliar dalam anggaran operasional yang didanai swasta.

Pada Oktober 2020, penyelenggara mengumumkan pengurangan biaya sebesar US$ 280 juta untuk perhotelan. Namun, tidak ada pemotongan pada program olahraga dengan total 11.000 atlet dan puluhan ribu ofisial, juri, dan sponsor yang diharapkan hadir.

Muto mengakui adanya kenaikan biaya untuk upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Tokyo 2021 dan Paralimpiade. Kantor berita Kyodo Jepang, mengutip sumber yang dekat dengan komite, melaporkan peningkatannya sekitar US$ 33 juta.

Berdasarkan Reuters, sumber pendapatan Olimpiade Tokyo 2020 dari tiket sekitar US$ 815 juta atau setara Rp 11,8 triliun akan berkurang hingga mendekati nol. Gara-gara pandemi, banyak sponsor yang menarik diri. (*)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama