Kafilah MTQ Payakumbuh Dilepas ke Padang Panjang


 Wali kota foto bersama dengan kontingen yang ikut MTQ


PAYAKUMBUH-Wali Kota Riza Falepi lepas kafilah Payakumbuh ke MTQ Sumbar di Padang Panjang, Kamis (11/11/2021). Kafilah terdiri dari qori, qoriah dan ofisial. Kafilah dilepas di Hotel Bundo Kanduang.


Turut hadir dalam kegiatan itu, Kakankemenag Ramza Husmen, Asisten III Setdako Amriul Dt. Karayiang, Staf Ahli Elvi Jaya, Kabag Kesra Setdako Irwan Suwandi, serta Ketua IPHI Rudi. Peserta dan ofisial berjumlah 65 orang. Mereka ikut MTQ 12 sampai 19 November 2021.

Kabag Kesra Irwan Suwandi mamaparkan, untuk MTQ ini, dari 78 peserta yang diminta panitia, Payakumbuh mengirim 41 peserta. Kontingen mengikuti delapan cabang. Untuk cabang lain yang tidak diikuti karena tergolong baru dan belum memiliki kader asli orang Payakumbuh. 

"Untuk pembinaan, TC sudah 14 kali dilaksanakan. Dari setiap cabang punya penanggungjawabnya. Secara objektif bisa dinilai kafilah kita sudah siap berkompetisi dan bisa mendapatkan hasil terbaik," katanya. 

Kakankemenag Ramza Husmen menyampaikan, ilmu yang diberikan pelatih diharapkan dapat memacu semangat kafilah mengikuti lomba, dari dua pertiga kekuatan peserta yang tersedia, kalau meraih medali emas semuanya, adalah bukti SDM Payakumbuh kompeten.

Asisten III Amriul Dt. Karayiang menyampaikan, banyak perbaikan dilakukan olehWali Kota Riza Falepi, salah satunya dengan menekankan jangan membayar untuk menang dengan memakai peserta dari daerah lain.

Pemko juga membuktikan kepedulian terhadap guru TPA, melalui pembinaan dari bagian kesra, kemenag, dan dinas pendidikan. Guru TPA sudah diberikan insentif sesuai aturan kepada yang sudah bersertifikasi tipe A, B, dan C.

Wali Kota Riza Falepi mengatakan, poin penting pembinaan keagamaan tidak hanya dilihat dari hasil lomba MTQ yang rutin sekali dua tahun, tapi pembinaan iman dan takwa di daerah diperlukan, sehingga bukan cuma mampu menghasilkan peserta berkualitas, juga bisa meniadakan adanya peserta MTQ yang diimpor dari daerah lain. Ini sesuai dengan misi kelimanya mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya, berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

"Kalau ada pembinaan, ini kita telusuri dari akar rumput dan dianggarkan di APBD, jangan ragu. Urusan hura-hura saja bisa dianggarkan, masa urusan agama ini tidak dianggarkan. Porprov saja dianggarkan untuk atlet peraih medali," kata Riza.

Untuk bisa mengembangkan LPTQ kuat, Riza menyebut butuh kerja keras agar bisa diurus dengan baik dan benar. Dia menginginkan sejumlah hal. Pertama, menjadikan tradisi di mana orang tahunya Kota Payakumbuh terkenal dengan bisa menghasilkan qori dan qoriah, terkenal dengan orang saleh, jangan sampai terkenal karena narkoba dan penyakit masyarakat serta maksiat. 

"Kedua, dekat dengan Alquran membudaya, kemanapun baca Alquran, dan yang ketiga adalah berkah, ada keyakinan saya dengan makin banyak orang saleh di daerah kita, berkahnya makin tinggi, semakin mudah pekerjaan pemimpin. Sebagai orang beriman yang dekat dengan alquran dan saleh, kita harus mempercayai datangnya berkah ke Payakumbuh," kata Riza. (CAN)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama