Jembatan Layang Manokwari Butuh Rp1 Triliun


Staf dari KSP tinjau lokasi rencana pembangunan jembatan layang


MANOKWARI-Deputi Kantor Staf Presiden (KSP) tinjau sejumlah titik di Manokwari sebagai lokasi rencana pembangunan jembatan layang. Jembatan itu rencananya membentangi Teluk Sawa Ibu, antara pesisir pantai Borarsi Manokwari dengan Pesisir Pantai di Sanggeng.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian I KSP, Helson Siagian mendukung langkah bupati terkait usulan pembangunan infrastruktur tersebut. 

“Ada beberapa alternatif selain jalan di atas jembatan lain. Namun, bupati maunya jembatan layang. Ini bagus, karena kalau melintasi daratan, akan ada biaya tambahan soal penggusuran juga biaya sosial,” ungkapnya.

Dia mengaku akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Kementerian PUPR. Karena soal anggaran, bupati, kata dia, menginginkan agar pemerintah pusat tidak terlalu memikirkan besarnya anggaran.

"Kata bupati, membangun Papua itu sama saja membangun Indonesia. Kalau di Jayapura bisa ada jembatan sebagai ikon, maka Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat juga harus bisa,” ungkapnya.

Bupati Manokwari, Hermus Indou menyebut estimasi anggaran untuk pembangunan jembatan termasuk jalan sekira Rp1 triliun.

“Kita tahu ini masih masa pandemi, jadi pemerintah pusat tidak perlu menganggarkan sekaligus. Dianggarkan saja dengan bertahap, dengan harapan 2023 atau 2024 sudah bisa tuntas dibangun,” terangnya.

Menurut bupati, selain memperindah tata kota, jembatan layang yang membentangi Teluk Sawa Ibu itu juga akan menjadi sebuah destinasi wisata, juga ikon ibu kota provinsi.

“Ini bisa jadi ikon, objek wisata dan tentu akan menghidupkan perekonomian sekitar,” tandasnya. (farid)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama