Listrik Sulawesi Makin Hijau


 Foto udara PLTA yang rampung dibangun


MAKASSAR-PT PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi bersama PT Poso Energy merampungkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Poso ekstensi tahap dua berkapasitas 4x50 mega watt (MW). Pencapaian ini membuat sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) memiliki bauran energi baru terbarukan (EBT) tertinggi di Indonesia.
 

General Manager PLN UIP Sulawesi Defiar Anis  mengatakan, selesainya pembangunan PLTA Poso ekstensi tahap dua ini ditandai dengan keluarnya sertifikat laik operasi (SLO) untuk unit tida dan empat pada 10 Desember 2021, sedangkan SLO unit satu dan dua telah keluar pada September 2021. 

"Pada masa transisi energi ini PLN dan Poso Energy berhasil merampungkan pembangunan PLTA Poso ekstensi tahap dua berkapasitas 4x50 MW atau 200 MW," kata Defiar dalam keterangan tertulis PT PLN.  

PLTA Poso memiliki total kapasitas 515 MW dengan rincian PLTA Poso eksisting berkapasitas 3X65 MW yang telah beroperasi sejak tahun 2012, PLTA Poso ekstensi tahap pertama berkapasitas 4X30 MW telah beroperasi sejak Februari 2020, dan PLTA Poso ekstensi tahap dua memiliki kapasitas 4X50 MW. 

"Listrik dari PLTA Poso ekstensi tahap 2 akan segera bergabung dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan,” tuturnya. 

Sebelum masuknya PLTA Poso ekstensi tahap 2 ini cadangan daya sistem Sulbagsel sebesar 591,5 MW dengan beban puncak sistem kelistrikan Sulbagsel sebesar 1.517,6 MW dan daya mampu sebesar 2.109,1 MW. Jika PLTA Poso yang baru ini masuk maka cadangan daya akan meningkat menjadi 791,5 MW dan daya mampu akan meningkat menjadi 2.309,1 MW, dengan bauran EBT sebesar 40 persen atau sebesar 940 MW. 

“Dengan bauran EBT mencapai 40 persen dari total daya mampu yang ada, menjadikan bauran tertinggi di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membantu mengejar target bauran EBT di Indonesia sebesar 23 persen pada 2025 dan mengejar target net zero emmision di 2060,” kata Anis. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama