Unand Lepas 1.059 Tamatan


 

Rektor Unand pindahkan jambul pada salah seorang wisudawan terbaik


PADANG-Universitas Andalas melepas 1.059 tamatan. Wisuda dilaksanakan di Convention Hall, kampus Limau Manis, Padang, Sabtu (4/12/2021). Sepanjang tahun ini, Unand sudah melepas 6.601 tamatan.

Rektor Yuliandri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Wisuda ditandai dengan prosesi pemindahan jambul bagi para wisudawan terbaik. 

Unand melepas 1.059 tamatan orang terdiri dari beragam program studi, di antaranya program diploma tiga 15 orang, sarjana 667, profesi 204, magister 146, spesialis 18 dan doktor sembilan tamatan.

Rektor Yuliandri mengemukakan, ini merupakan wisuda yang kedua setelah Universitas Andalas berubah status menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) sesuai dengan keputusan Peraturan Pemerintah Nomor 95/2021 tentang PTNBH Unand. 

“Dengan status PTN-BH, Unand memperoleh otonomi di bidang akademik maupun non akademik, termasuk kemandirian tata kelola dan pengambilan keputusan yang dimiliki PTN-BH. “tutur Yuliandri.

Rektor menambahkan, Unand sebagai PTN-BH dituntut mampu melakukan efisiensi, optimalisasi sumber daya dan penguatan kelembagaan yang bermuara pada tercapainya indikator kinerja utama. "Perlu dibangun suatu ekosistem kampus yang secara holistik berperan mendukung tercapainya tujuan kampus,” kata Yuliandri. 

Wisuda kali juga diisi dengan orasi ilmiah dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono selaku Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Andalas. Dia memberikan orasi secara virtual. 

Sakti Wahyu menyampaikan ucapan selamat bagi para wisudawan/wisudawati. “Dengan pendidikan dan pengalaman selama menjalani perkuliahan di Universitas Andalas dapat menjadi bekal baik dalam berpikir, bersikap dan bertindak sebagai insan intelektual yang mengedepankan prilaku yang bermartabat dan berbudaya. Para wisudawan dituntut menjaga semangat karena kian banyak tantangan kedepan yang menanti,” katanya. (zk)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama