Peringati HUT ke-108, Wali Kota Malang Pamer Prestasi


Peringatan HUT Kota Malang


KOTA MALANG-Forkopimda serta jajaran Pemko Malang, Jumat (1/4/2022) memperingati hari jadi kota yang ke-108 di halaman balaikota.  Serangkaian acara sederhana memeriahkan HUT kota tersebut.


Wali Kota Sutiaji mengatakan, dia mempunyai komitmennya untuk menuntaskan program kerja yang telah disusun sesuai dengan RPJMD 2018-2023. " Tema HUT kali ini, kolaborasi, akselerasi dan bangkit bersama. Tema itu diusung karena Kota Malang sejalan dengan kasus Covid 19 yang mulai melandai," katanya.

Sutiaji mengungkapkan, tema yang diusungnya itu sebagai merefleksikan semangat kebangkitan dalam bingkai keselarasan langkah mewujudkan visi dan misi pembangunan yang dalam dua tahun terakhir menghadapi tantangan pandemi.

Selain menjelaskan makna dan tema HUT, dia juga pamer keberhasilan dalam peningkatan perekonomian di masa pandemi. "Ekonomi yang sempat terkontraksi di angka -2,26 persen di 2020 kini tumbuh dan naik tajam ke angka 4,21 persen di 2021," ungkap Sutiaji

Lalu, meningkatnya realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp491 miliar di 2020 ke angka Rp603 miliar di 2021. Kemudian peningkatan yang terjadi pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke angka 82,04 di 2021.

Selain itu, hadirnya Mall Pelayanan Publik (MPP) Merdeka Kota Malang dan infrastruktur strategis seperti Jembatan Tunggulmas, gedung tiga sekolah baru, pembangunan Malang Creative Center (MCC) yang ditopang dengan akuntabilitas kinerja pemerintahan berpredikat sangat baik secara nasional menjadi tambahan modal optimisme menjalani 2022.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti kerja sama dari berbagai pihak berjalan dengan baik. "Penanganan masalah banjir, masalah kemacetan, jalan-jalan yang masih berlubang, ada anggaran Rp2,5 miliar," kata Sutiaji.

Pihaknya menginstruksikan Sekretaris Daerah Erik Setyo Santoso untuk melakukan komunikasi dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait penggunaan dana silpa yang mendahului penentuan APBD Perubahan 2022. Di mana dana tersebut rencananya akan digunakan pembenahan jalan berlubang.

"Termasuk angka kemiskinan kita, walau tipis kenaikannya. Angka pengangguran kita nomor tiga setelah Sidoarjo dan Surabaya," terang Sutiaji.

Menuju 2023, menurut Sutiaji terdapat lima komitmen dasar yang harus dilakukan untuk menuntaskan tanggungan program kerja yang telah ditentukan dalam RPJMD 2018-2023.

Pertama, berkaitan dengan kesadaran masyarakat akan kesehatan, kedua peningkatan ekonomi, ketiga basis ekonomi kreatif, keempat branding Kota Malang yang harapannya menjadi jujukan dari wisatawan daerah, regional, nasional maupun mancanegara, kelima berkaitan dengan penguatan ekonomi. (Rdy)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama