Bawa Kabur Mobil Janda, Brimob Gadungan Ditangkap


 Ilustrasi penangkapan. (okezone)


KUDUS-Hati-hati dengan pergaulan di media sosial. Salah-salah bisa fatal akibatnya. Seorang janda di Kudus kehilangan mobil gara-gara termakan rayuan anggota brimob gadungan. Berbekal penampilan sang polisi gadungan itu, janda terpesona dibuatnya.


Polres Kudus, Jawa Tengah adaka jumpa terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan, Kamis (16/6/2022). Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama didampingi Kasat Reskrim, AKP Agustinus David menyebutkan, berdasarkan laporan dan bukti, Sat Reskrim Polres Kudus mengamankan pelaku AW, warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Pada April 2022, pelaku berkenalan dengan korban yang merupakan warga Kabupaten Rembang melalui media sosial. Pria itu mengaku anggota Brimob Semarang. Sebelumnya pelaku pernah berkunjung dua kali di rumah Korban.

Menurut kapolres, kejadian ini terjadi pada 31 Mei lalu. Kasus ini bermula ketika pelaku berkenalan dengan korban yang tinggal di Kudus melalui media sosial.

Pelaku kemudian berteman dengan korban. Beberapa kali pelaku dan korban bertemu di Kudus. Hingga pelaku ini ketemu di Menara Kudus. Ketika ketemu, pelaku membawa mobil.

Kapolres Wiraga Dimas Tama mengatakan, pelaku mengajak korban untuk shalat di Masjid Menara. Saat korban melaksanakan shalat, tersangka kemudian membawa kabur mobil milik korban.

“Ketika shalat di masjid, ternyata pelaku keluar dari masjid membawa kabur mobil milik korban. Kenapa kunci dibawa karena sudah merasa kenal dan pernah bertemu dibawa korban dan percaya, pada temuan tersangka sebagai driver, tidak ada kecurigaan sehingga melaksanakan shalat pelaku keluar membawa kabur satu unit mobil Honda Brio warna merah dan barang-barang lainnya,” ungkap dia.

Menurutnya, pelaku berhasil diamankan di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Dari hasil barang bukti diamankan berupa satu unit mobil berwarna merah, KTA palsu, KTP palsu, dan senjata airsoft gun.

“Hasil penangkapan tersangka ini barang bukti kami sita satu unit Honda Brio, dua buah HP dan soft gun,” ujar Kapolres Kudus.

Kapolres Kudus mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok mengaku anggota polisi. Dia meminta warga agar melakukan cek ke satuan kerjanya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terhadap penipuan melalui online terutama menyebutkan anggota polri agar dicek betul, silakan ditanyakan satuan di mana, cek instansi yang diakui oleh pelaku,” katanya. (*/mjn)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama