![]() |
Ketua PC PMII Jember, Jawa Timur, Taufiqur Rahman, saat berorasi pada aksi gerakan mahasiswa, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa) |
JEMBER-Akun Instagram Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember, Taufiqur Rahman diduga diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, Sabtu (23/5/2026). Hingga Minggu (24/5/2026), akun media sosial tersebut disebut masih belum dapat diakses.
Saat dikonfirmasi, Taufiq menduga peretasan itu berkaitan dengan dukungan langsung Pengurus Cabang (PC) PMII Jember terhadap masyarakat Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang menolak pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah mereka.
“Jumat kemarin kami, PMII Jember, mengawal isu di Silo terkait pembangunan Batalyon TP,” kata Taufiq melalui sambungan telepon.
Menurut dia, percobaan peretasan terjadi berkali-kali sejak Sabtu pagi, sehari setelah PMII Jember mulai mengawal isu tersebut. Puncaknya, pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00, akun Instagram miliknya mengunggah pernyataan yang berisi dukungan terhadap pembangunan Yon TP di Silo.
“Saya pastikan itu bukan saya. Sebab, saat unggahan itu muncul, pada detik yang sama akun Instagram saya sudah tidak bisa login,” ujarnya.
Selain mengunggah pernyataan tersebut, akun miliknya juga disebut menghubungi sejumlah kader PMII lain dengan ajakan untuk menghentikan pengawalan terhadap penolakan pembangunan Yon TP di Silo. Bahkan, beberapa akun anonim juga ikut menghubungi kader PMII.
“Kepada sahabat-sahabat kami, pengurus cabang, dan akun Instagram PC PMII Jember, mereka mengirim pesan ajakan untuk mendukung. Kurang lebih isi pesannya seperti, ‘Ayo ikut mendukung, kamu minta berapa?’,” ucapnya.
Taufiq menambahkan, beberapa akun media sosial milik anggota PMII lain yang turut mengawal isu tersebut, termasuk akun PC PMII Jember, juga sempat mengalami percobaan peretasan. Namun, upaya itu disebut gagal.
“Kalau yang lain hanya sekali percobaan. Akun saya sampai empat kali percobaan masuk,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebelum akun Instagram miliknya benar-benar diretas, banyak nomor tak dikenal yang berulang kali menghubungi dirinya maupun pengurus PC PMII Jember lainnya. Namun, panggilan tersebut tidak pernah direspons.
“Telepon itu dilakukan berkali-kali sejak Sabtu pukul 15.00 WIB. Totalnya sekitar 50 panggilan,” ujarnya.
Tak hanya itu, nomor tak dikenal tersebut juga disebut menghubungi pihak keluarga dan teman-teman Taufiq di kampung halamannya.
“Saya ditelepon keluarga karena mereka mengaku dihubungi orang yang tidak dikenal,” tandasnya. (rus)
