Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Korban Ditemukan Meninggal

 Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, Senin (1/6/2026) pagi. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian. (Foto: BPBD Jember)


JEMBER- Tragedi laut kembali terjadi di kawasan Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dua wisatawan yang merupakan kakak beradik dilaporkan tenggelam setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Seruni, kawasan Payangan, Sabtu (30/5/2026).

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban. Korban bernama Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Sementara itu, pencarian terhadap adiknya, Rifki (22), masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua korban diduga terseret arus laut saat berenang di kawasan Pantai Seruni sekitar pukul 14.00 WIB pada akhir pekan kemarin. Gelombang yang cukup tinggi membuat keduanya terbawa ke tengah laut dan tidak mampu menyelamatkan diri.

Laporan kejadian diterima Pos SAR Jember sekitar pukul 14.15 WIB dari relawan SAR Rimba Laut, Farel. Setelah menerima laporan, petugas segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dan sejumlah unsur terkait untuk melakukan operasi pencarian.

Selama dua hari pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Dua tim melakukan pencarian visual di perairan menggunakan perahu karet dan sarana water rescue, sedangkan satu tim lainnya menyisir sepanjang garis pantai.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi. Korban atas nama Barokatul Hidayat ditemukan setelah nelayan setempat melaporkan adanya objek mencurigakan yang mengapung di perairan Payangan.

Tim SAR kemudian melakukan pengecekan dan evakuasi di titik koordinat 08°26'25.909" LS dan 113°34'56.435" BT, atau sekitar 1,21 kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah tenggara.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang meskipun menghadapi tantangan cuaca dan kondisi gelombang di perairan selatan Jember.

"Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen melakukan pencarian secara maksimal. Kondisi gelombang yang mencapai sekitar 2,5 meter menjadi tantangan tersendiri, namun koordinasi dan sinergi antarinstansi tetap berjalan dengan baik. Kami berharap korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan sehingga keluarga mendapatkan kepastian," kata Edy.

Menurut dia, BPBD Jember juga telah menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung operasional dapur umum selama proses pencarian berlangsung. Bantuan tersebut berupa paket sembako, tambahan gizi, lauk-pauk, dan biskuit bagi petugas serta keluarga korban.

Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, BPBD Kabupaten Jember, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Perhutani, relawan SAR, hingga masyarakat setempat.

Hingga Senin siang, pencarian terhadap Rifki masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran di laut maupun sepanjang pesisir Pantai Payangan. (rus)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama