KUALA LUMPUR–Tim Safari Puisi Empat Negara yang digagas SatuPena Sumatera Barat bersama Sumbar Talenta sukses memukau penonton pada penampilan perdana mereka di luar negeri. Pertunjukan berlangsung dalam acara Malam Puisi Serumpun di Balai Seminar Tun Dr. Hamdan Sheikh Tahir, Aras 6 Wisma Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (29/7/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan dari Sumatera Barat membawakan puisi esai berjudul Kampungku di Aceh Hilang karya Ketua Umum SatuPena, Denny JA. Penampilan semakin semarak dengan suguhan tari Garak Garik Piriang Pusako yang dibawakan Sumbar Talenta dan mendapat sambutan hangat dari para hadirin.
Timbalan Ketua Pengarah Dasar Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, YBrs. Tuan Haji Mohd. Salahuddin bin Datuk Paduka Mohamed, menyampaikan bahwa kehadiran delegasi dari Sumatera Barat serta dosen dan mahasiswa Universiti Prince of Songkla, Thailand, memberikan makna penting bagi penyelenggaraan Malam Puisi Serumpun.
Menurutnya, Safari Puisi Empat Negara yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand menjadi bukti bahwa kesusastraan tetap menjadi sarana strategis dalam mempererat persahabatan, memperkuat pemahaman budaya, serta membangun kerja sama antarnegara di kawasan.
"Program seperti ini bukan sekadar menghimpun penyair untuk mendeklamasikan puisi, tetapi juga membuka ruang dialog budaya, perkongsian pengalaman, dan pembinaan jaringan yang akan memperkaya dunia persuratan di rantau ini," ujar Mohd. Salahuddin.
Ia menegaskan, Dewan Bahasa dan Pustaka terus berkomitmen memperluas jaringan kerja sama serantau maupun internasional guna mengangkat Bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu, bahasa persuratan, dan bahasa kebudayaan yang relevan di tingkat global. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kolaborasi strategis di bidang bahasa, sastra, dan budaya.
Mohd. Salahuddin juga mengapresiasi kehadiran dosen dan 25 mahasiswa Universiti Prince of Songkla yang dinilainya mencerminkan tingginya minat terhadap Bahasa Melayu dan khazanah budaya serumpun.
"Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi pendorong lahirnya kerja sama akademik, penelitian, dan pertukaran ilmu yang lebih luas di bidang bahasa, sastra, dan budaya pada masa mendatang," katanya.
Selain delegasi Sumatera Barat, acara tersebut juga menampilkan pembacaan puisi oleh penyair dari Malaysia serta pertunjukan seni budaya yang semakin mempererat hubungan antarkomunitas sastra di kawasan Asia Tenggara.
Ketua SatuPena Sumatera Barat, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi kepada Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia atas penyelenggaraan Malam Puisi Serumpun.
"Terima kasih kepada Dewan Bahasa dan Pustaka yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh tamu undangan, termasuk dosen dan mahasiswa Universiti Prince of Songkla Thailand yang turut hadir," ujar Sastri.
Delegasi Sumatera Barat dalam Safari Puisi Empat Negara berjumlah 10 orang, yakni Sastri Bakry, Armaidi Tanjung, Zusneli Zubir, Andria Catri Tamsin, Yenni Ibrahim, Kharles, Siska Saputri, Dendi, Thalia, dan Nuning Purnama.
Sebelum bertolak ke luar negeri, rombongan secara resmi dilepas oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada Selasa (28/7/2026) malam di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat.
Program Safari Puisi Empat Negara dijadwalkan berlangsung hingga 4 Agustus 2026 dengan rangkaian kegiatan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya melalui sastra dan seni. (Amd)